quotes

WELCOME TO MADELINE JESSICA BLOG
Learn from yesterday, Live for today, Hope for tomorrow :)

Jumat, 15 Mei 2015

Human Life Domains 2: Education, Health, and Environment

1. Education

Gambar 1. Anak-anak yang menyebrangi sungai dengan jembatan yang sudah tidak layak. Dengan fasilitas yang MINIMAL namun tidak pernah menyurutkan semangat mereka untuk bersekolah yang MAKSIMAL.

Gambar 2. Pendidikan di Indonesia dengan kurikulum yang terus berganti mengikuti perkembangan namun tidak diimbangi oleh peningkatan kualitas dan kapasitas guru. Terutama kurikulum 2013 yang menjadi perdebatan karena anggaran yang membengkak.

1.1. Sociologycal Perspective on Education

·         1.1.1 Functionalis View :
- Manifest function include : Menyebarkan ilmu pengetahuan, pemberian status.
- Latent function include : Mewariskan kebudayaan (mengekspos anak muda untuk memiliki kepercayaan, aturan, dan nilai dari kebudayaan mereka) , Memajukan masyarakat dan integrasi politik (identitas umum dan integrasi sosial membantu perkembangan dengan kontribusi pendidikan untuk stabilitas sosial dan kemufakatan), Menjaga control sosial (sekolah mengajarkan siswa mengenai ketepatan waktu, disiplin, penjadwalan, tanggung jawab, dan bagaimana negosiasi melalui sebuah organisasi birokratis), Melayani sebagai agen perubahan (sekolah menyediakan ruang pertemuan dimana orang-orang dapat berbagi mengenai perbedaan kepercayaan dan kebudayaan.

·        1.1.2. Conflict View :
- Pendidikan adalah sebuah alat dari kekuasan kaum menengah keatas.
- Sekolah mensosialisasikan murid kedalam nilai-nilai yang diperintah oleh kekuasaan.
- The hidden curriculum : Standar perilaku dinilai pantas oleh yayasan yang diajarkan secara halus dalam sekolah.
- Credentialism : Sebuah kenaikan dalam level terendah pada pendidikan dibutuhkan untuk memasuki lapangan.

1.2. School as Formal Organization

Bureaucratizations of Schools :
     Weber menandai lima karakteristik dari Bureaucracy : Pembagian kerja, Kekuasaan hirarki, Peraturan tertulis dan pengaturan, Impersonaliti, Pekerjaan berdasarkan kualifikasi teknis.

Teachers : Karyawan dan Pengajar
      Guru akademik yang ditugaskan menjadi lebih terpesialisasi (khusus). 20% dari para guru baru berhenti dalam waktu 3 tahun. Lebih sedikit siswa yang memilih guru sebagai karir karena dianggap berpenghasilan rendah.
Gambar 3. Guru yang bersedia mengajar dalam keadaan fasilitas sekolah yang memperihatinkan. Di beberapa daerah terpencil Indonesia masih membutuhkan perhatian khusus bagi pemerintah. Wajib belajar bukan hanya untuk anak kota, bukankah berantas kebodohan artinya perangi kemiskinan juga?


Home schooling :
     Terdapat lebih dari 1,6 juta anak-anak yang menjalani home schooling. Home schooling adalah alternatif yang sangat bagus untuk anak dengan ADHD dan LD. Tetapi home schooling tidak memiliki standar seragam yang universal dari tiap-tiap negara. Penelitian menunjukan bahwa skor anak-anak yang home schooling tinggi pada tes standar. Beberapa teori menyebutkan bahwa masalah utama home schooling adalah kurangnya keterlibatan sosial pada anak.
Gambar 4. Home Schooling kebanyakan berada di kota-kota besar selain itu hanya golongan menengah atas saja yang bisa bersekolah di tempat ini, hal ini disebabkan pengajaran yang lebih intensif serta private. Home Schooling di Jakarta biasanya banyak dimanfaatkan artis yang ingin bersekolah namun memiliki waktu yang terbatas.

2. Health
Gambar 5. "Orang miskin dilarang sakit" kira-kira begitulah ungkapan bagi kesehatan di Indonesia. Hal ini disebabkan biaya untuk berobat ke rumah sakit yang mahal, selain itu faskes di daerah terpencil yang masih minim.
2.1 Functionalist Approach
      "Sakit" pada manusia sebaiknya harus dikontrol agar tidak terlalu banyak orang yang dibebaskan dari tanggung jawab sosial yang mereka miliki. Sick Role adalah harapan masyarakat terhadap perilaku seseorang yang dipandang sebagai orang yang "sakit". Dalam hal ini, dokter berfungsi sebagai "gatekeeper" bagi Sickrole yang telah dijelaskan.


2.2 Conflict Approach
     Medicalization of Society : Berkembangnya peranan obat sebagai institusi utama dalam kontrol sosial ada 3, yaitu memperluas keahlian, melihat suatu masalah dengan perspektif medis, dan mempertahankan yuridiksi akan perawatan kesehatan. Inequalities in Health Care

2.3 HIV dan AIDS 
Gambar 6. Cuplikan film "Nada untuk Asa" yang bercerita tentang semangat positif dari wanita yang terjangkit virus HIV.
HIV dan AIDS adalah virus dan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang dan melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh kekurangan daya tahan melawan berbagai macam penyakit

Penyebab dan Penularan HIV AIDS
virus HIV dapat menular melalui:
-Hubungan seks
-Jarum suntik bekas penderita HIV AIDS
-Air susu yang ibunya penderita HIV AIDS
-Transpalntasi organ dari penderita HIV AIDS
-Transfusi darah dari penderita HIV AIDS
-Berciuman dengan penderita HIV AIDS dengan gaya tertentu yang mengakibatkan saling melukai 
Gambar 7. Solusi pemerintah dalam peningkatan pelayanan kesehatan dengan meluncurkan program-program seperti BPJS dan Kartu Indonesia Sehat yang dicanangkan Presiden Jokowi


3. Environment
Gambar 8. Raja Ampat papua, surga Indonesia bagian dari potensi wisata. Lingkungan yang masih segar, hijau dan memanjakan setiap mata yang memandangnya. 

3.1 Conflict View of The Environmental
      Sumber daya negara-negara berkembang didistribusikan ke negara-negara industri inti. Modernisasi ekologi: Alignment menguntungkan praktik lingkungan dengan kepentingan ekonomis melalui adaptasi konstan dan restrukturisasi. Keadilan lingkungan: Tuntutan hukum bahwa ras minoritas secara tidak proporsional terkena bahaya lingkungan.

3.2 Environmental Problems
      Terdapat 3 dampak yang luas, yaitu : polusi udara, polusi air, dan pemanasan global.  
Gambar 9. "Jakarta Kota Paling Kotor di Dunia" sebutan ini dirasa sepadan dengan sampah yang berserakan serta polusi dari industri dan kendaraan bermotor di Ibukota. 
3.3 The Impact of Globalization
       Globalisasi dapat memberikan dampak baik dan buruk terhadapa lingkungan sekitar, diantaranya adalah industrialisasi yang mengakibatkan peningkatan polusi, perusahaan multinasional yang intensif untuk mempertimbangkan biaya sumber daya alam, dan pengungsi lingkungan adalah salah satu refleksi dari interaksi antara globalisasi dan lingkungan.    

Refrensi:
  1. Slide Binus Maya Pertemuan ke-25 diunduh 12-05-2015 Human Life Domains 2: Education, Health, and Environment http://binusmaya.binus.ac.id/AccessApp.aspx?AppId=ankN224zkCGlL6Prt9ts4Qkw%2bx4hUYN0ZtPgD4FezY4%3d

Human Life Domains 1: Economy, Work, Politics, and The Modern World System

1. Economy & Work
Gambar 1. Buruh sebagai salah satu penggerak roda ekonomi di Indonesia menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka setiap tahun pada Hari Buruh Internasional, Bunderan HI, 1 May 2015
Fair Trade: konsumen secara sukarela membayar harga yang lebih untuk makanan tertentu sehingga pekerja akan mendapat penghasilan lebih tinggi.
Cultural Relativism: melihat pekerja asing dan pemilik pabrik dari perspektif budaya mereka sendiri.

1.1 Sistem Ekonomi

Industrial society : Masyarakat yang bergantung pada mekanisasi/mesin untuk memproduksi barang dan jasa.
Capitalism : sistem ekonomi dimana kegiatan produksi sebagian besar dipegang oleh pihak swasta.
             - Dorongan utama pada kegiatan ekonomi adalaj akumulasi keuntungan.
             - Laissez-faire : Bisnis berkompetisi dengan campur-tangan pemerintah yang rendah/minimal.
             - Monopoly : Ada ketika sebuah perusahaan tunggal menguasai pasar.
Socialism : Peralatan/sarana produksi dan distribusi dimiliki secara bersama/kolektif bukan dimilki secara pribadi/swasta.
              - Communism : Sistem ekonomi di mana semua properti komunal dimiliki dan tidak ada  perbedaan sosial yang dibuat atas dasar kemampuan orang untuk memproduksi.

Informal economy merupakan kegiatan transfer atau pertukaran uang, barang dan jasa tetapi tidak dilaporkan kepada pemerintahan.

1.2 Work and  Alienation  

Pelopor sosiologis mengkhawatirkan dampak negatif dari industrialisme pada pekerja.
Durkheim berpendapat bahwa individu yang berpengalaman anomie atau kehilangan arah sebagai buruh menjadi lebih dibedakan.

Pandangan Marx:
-Marx percaya kemajuan industrialisasi berhubungan dengan gaji buruh masyarakat kapitalis.
Alienasi : kondisi kerenggangan atau pemisahan dari masyarakat sekitar.
-Marx mengatakan pekerja butuh kontrol yang lebih besar atas tempat kerja dan produk hasil kerja mereka.
-Pada tahun 1980, istilah burnout secara meningkat dipakai untuk mendeskripsikan stres yang dialami oleh para pekerja, termasuk para profesional.

Alienation: kondisi kerenggangan atau pemisahan dari masyarakat sekitarnya.

Faktor-faktor dalam kepuasan bekerja:
1. Upah yang lebih tinggi.
2. Minggu kerja yang lebih pendek.
3. Hubungan yang positif dengan rekan kerja.

Deindustrialization
Merupakan sistematis, penarikan yang luas dari investasi dalam aspek dasar produktivitas.
Dapat mengambil bentuk restrukturisasi perusahaan.
Downsizing merupakan penguarangan tenagara kerja perusahaan sebagai bagian dari deindustrialization. Di Indonesia, sistem ini dikenal dengan PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja.
Gambar 2. Krisis Ekonomi menyebabkan PHK di Indonesia akibatnya jumlah pengangguran semakin meningkat.


Offshoring
Merupakan proses mentransfer jenis pekerjaan kepada kontraktor asing. Offshoring meningkatkan efisiensi operasi bisnis, sehingga sangat fungsional untuk masyarakat. Hal ini juga meningkatkan ketergantungan ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa.

2. Politics & Goverment
Gambar 3. Isu Re-shuffle kabinet atau pergantian menteri ekonomi dalam pemerintahan Jokowi-JK
Hal ini disebabkan ekonomi Indonesia yang semakin merosot triwulan pertama tahun 2015
2.1. Power and Authority
Power merupakan kemampuan untuk melaksanakan kehendak seseorang atas orang lain.
Sumber kekuasaan dalam sistem politik meliputi:
Force:  pemaksaan secara aktual atau mengancam untuk menjatuhkan status politik seseorang.
Influence: pelaksanaan kekuasaan melalui proses persuasi.

2.2 Jenis-jenis Otoritas/Kewenangan
- Authority : kekuasaan terlembaga yang diakui oleh orang-orang yang berada dibawah kuasa orang tersebut.
- Traditional Authority : kekuasaan yang sah yang diberikan lewat kebiasaan dan menerima praktek
- Legal-Rational Authority : kekuasaan dibuat secara sah oleh hukum.
- Charismatic Authority : kekuasaan dibuat secara sah oleh daya tarik pribadi atau emosional yang istimewa pemimpin kepada pengikutnya.

2.3 Jenis-jenis pemerintahan:

1. Monarchy: bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh anggota tunggal dari keluarga kerajaan.
2. Oligarchy: bentuk pemerintahan di mana beberapa individu memerintah. Individu ini dapat dibedakan dengan royalti, kekayaan, ikatan keluarga, pendidikan, kontrol perusahaan, atau militer. Negara-negara tersebut sering dikontrol oleh keluarga terkemuka beberapa yang biasanya lulus pengaruh mereka dari satu generasi ke generasi berikutnya, tapi warisan bukanlah kondisi yang diperlukan untuk penerapan istilah ini.
3. Dictactorship: pemerintah di mana satu orang memiliki hampir total daya untuk membuat dan menegakkan hukum.
Gambar 4. Soeharto sebagai contoh ditaktor Indonesia pemerintahan Orde Baru selama 32 tahun.

4. Totalitarianism: melibatkan kontrol pemerintah hampir lengkap dan pengawasan atas semua aspek dari masyarakat hidup sosial dan politik.
5. Democracy: pemerintahan oleh masyarakatnya. Demokrasi perwakilan merupakan keadaan ketika para anggota legislatif yang terpilih membuat undang-undang atau hukum. 
Gambar 5. PEMILU atau Pemilihan Umum yang dilaksanakan di Indonesia menunjukan pemerintahan yan demokratis, pemimpin dipilih langsung oleh rakyat dengan asas LUBER dan JURDIL.

2.4. Power Elite Models
Mill's Model
Power Elite: elit penguasa kecil pada kemiliteran, industri, dan kepala pemerintahan. Kekuasaan bertumpu pada beberapa orang, diluar dan didalam pemerintahan. Sebagian besar adalah pria, putih dan kelas atas.
Domhoff's Model
Menekankan pada peran yang dilakukan oleh elit korporasi komunitas dan pemimpin kebijakan formasi suatu organisasi seperti : Chambers of Commerce dan serikat kerja.
Pluralist Model
Kelompok saling bersaing dalam komunitas yang memiliki akses ke pemerintah, sehingga tidak ada kelompok yang mendominasi. Berbagai kelompok memainkan peran signifikan dalam mengambil keputusan.

2.5. War and Peace
Perang
- Pandangan global meneliti bagaimana dan mengapa sebuah negara menjadi terlibat dalam konflik militer.
- Pandangan Nation-State menekankan pada interaksi politik internal, sosioekonomi, dan budaya.
- Pandangan Mikro fokus pada dampak sosial perang pada individu dan kelompok.
Gambar 6. Keberagaman Indonesia seringkali menjadi konflik, kasus-kasus yang terjadi biasanya melibatkan perang antarsuku. Jika perbedaan itu konflik. Apakah persamaan itu unik? Bukankah bersama tak harus sama?

Perdamaian
Peace atau Kedamaian adalah tidak adanya perang dan usaha proaktif untuk mengembangkan hubungan kerja-sama antar negara-negara.

2.6 Terorisme
Terorisme adalah penggunaan atau ancaman kekerasan untuk melawan target/sasaran simbolik atau acak dalam mengejar tujuan politik.
Gambar 7. Teror Bom yang terjadi di Indonesia, terjadi di daerah-daerah tertentu dengan modus yang berbeda pula.

Refrensi:

  1.  Kottak, Conrad Philip. (2013). Cultural Anthropology: Appreciating Cultural Diversity. 15th Edition. New York: McGraw Hill.
  2. Slide Binus Maya Pertemuan ke-22 diunduh 05-05-2015 Human Life Domains 1: Economy, Work, Politics, and The Modern World System http://binusmaya.binus.ac.id/AccessApp.aspx?AppId=ankN224zkCGlL6Prt9ts4Qkw%2bx4hUYN0ZtPgD4FezY4%3d

Jumat, 10 April 2015

Human Socialities: Socialization, Social Interaction, and Social Mobility

1. Socialization
Gambar 1. Contoh sosialisasi LPG 3kg, warga diberi penjelasan tentang tata cara penggunaan LPG yang aman. Sebagai langkah nyata pemerintah untuk konservasi minyak tanah ke LPG.

1.1 Definisi sosialisasi secara luas : suatu proses dimana warga masyarakat di didik untuk mengenal, memahami, mentaati dan menghargai norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.
1.2 Definisi sosialisasi secara sempit : suatu proses dimana warga masyarakat mempelajari kebudayaannya, belajar mengendalikan diri serta mempelajari peranan-peranan dalam masyarakat.

1.3 Definisi Menurut para ahli :
Horton & Hunt : sosialisasi adalah proses dimana seseorang menginternalisasikan norma-norma kelompok tempat ia hidup sehingga berkembang menjadi satu pribadi yang unik.
Koentjaraningrat : sosialisasi adalah seluruh proses di mana seorang individu sejak masa kanak-kanak sampai dewasa, berkembang, berhubungan, mengenal, dan menyesuaikan diri dengan individu-individu lain yang hidup dalam masyarakat sekitarnya.
Robert M.Z. Lawang : sosialisasi adalah proses mempelajari norma, nilai, peran, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan partisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial.
Peter Berger : sosialisasi adalah proses melalui mana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat.
Soerjono Soekanto : sosialisasi adalah proses sosial tempat seorang individu mendapatkan  pembentukan sikap untuk berperilaku yang sesuai dengan perilaku orang-orang di sekitarnya.

1.4 Sociological Approaches to the Self
Stages of the Self
Gambar 2. Tahapan Sosialisasi menurut George Herbert Mead
1.4.1 George Herbert Mead
  1. Preparatory Stage : Anak-anak mengimitasi orang-orang sekitar mereka. Tahap ini merupakan tahap awal sosialisasi yang dilakukan oleh manusia. 
  2. Play Stage : Anak-anak mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi melalui simbol dan pengambilan peran (role taking). Pada tahap ini anak mulai mengenal "significant other" yaitu orang-orang di sekitarnya yang di anggap penting bagi pertumbuhan dan pembentukan diri, misalnya ayah dan ibu yang sering berinteraksi dengannya.
  3. Game Stage : Anak-anak yang berusia sekitar 8 atau 9 mempertimbangkan beberapa tugas yang sebenarnya dan hubungan simultan. Pada tahap ini peniruan yang dilakukan mulai berkurang digantikan oleh peranan yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuan menempatkan dirinya pada posisi orang lain mulai meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara berkelompok.
  4. Generalized Others : Pada tahap ini manusia/seseorang disebut sebagai manusia dewasa. Dia bukan hanya dapat menempatkan dirinya pada posisi orang lain, tetapi juga dapat bertenggang rasa dengan masyarakat secara luas. Dalam tahap ini manusia telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.
1.4.2 Goffman : Presentation of the Self
Impression Management : individu belajar untuk mengarahkan presentasi diri untuk menciptakan penampilan yang berbeda/khas dan memuaskan audiens/penonton tertentu.
Face-work : harus mempertahankan citra diri yang tepat untuk melanjutkan interaksi sosial.
1.4.3 Sigmund Freud
Diri adalah produk sosial, bagaimanapun, naluri impulsif (kata hati) alami pada konflik tetap dengan keterbatasan sosial.
Kepribadian dipengaruhi oleh orang lain (khususnya oleh salah satu orangtua)
1.4.4 J. Piaget
Piaget menekankan tahap proses manusia melalui perkembangan diri.
Teori perkembangan kognitif diidentifikasikan dalam 4 tahap proses perkembangan berpikir anak. Adapaun teori perkembangan kognitif Piaget adalah sebagai berikut :
         a. Intelegensi sensorimotor : terjadi pada anak usia 0-2 tahun.
         b. Representasi pra-operasional : terjadi antara usia 2-7 tahun.
         c. Operasi konkret : terjadi pada usia 7-11 tahun.
         d. Operasi formal : terjadi antara 11-15 tahun.

1.5 Agen Sosialisasi
Gambar 3. Agents of socialization

Keluarga : Peran keluarga dalam sosialisasi anak tidak bisa berlebihan, Pengaruh budaya, dan Dampak Ras dan Gender.
Sekolah : Mengajarkan nilai-nilai kepada anak-anak dan kebiasaan masyarakat yang lebih luas. Secara tradisional mensosialisasikan anak-anak ke peran gender konvensional.
Kelompok sebaya : Sebagai anak-anak tumbuh dewasa, kelompok sebaya semakin berperan. Mead orang lain yang signifikan.
Media Massa dan Teknologi : Teknologi mensosialisasikan keluarga ke multitasking sebagai norma sosial.
Tempat Kerja : Belajar untuk berperilaku tepat dalam pengaturan kerja adalah aspek fundamental dari sosialisasi manusia.
Agama dan Negara : Pemerintah dan agama yang terorganisasi perjalanan hidup dipengaruhi oleh melembagakan beberapa rites of passage.

2. Social Interaction
Gambar 4. Car Free Day menjadi tempat terjadinya interaksi sosial yang rutin dilaksakan setiap  hari Minggu, di wilayah DKI Jakarta. 
Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat.
Menurut Prof. Dr. Soerjono Soekamto di dalam pengantar sosiologi, interaksi sosial merupakan kunci semua kehidupan sosial. Dengan tidak adanya komunikasi ataupun interaksi antar satu sama lain maka tidak mungkin ada kehidupan bersama.

2.1 Elements of Social Structure
Struktur sosial pada umumnya memiliki elemen- elemen sebagai berikut :

2.1.1 Status
Status mengacu pada salah satu posisi yang didefinisikan secara sosial dalam kelompok besar atau masyarakat. Seseorang menduduki lebih dari satu status secara bersamaan.
Macam-macam Status
Ascribed Status : status sosial yang diperoleh dengan sendirinya atau otomatis akan didapatkan karena faktor keturunan.
Achieved Status : status yang diperoleh melalui usaha yang disengaja terlebih dahulu. Untuk memperoleh status ini harus melalui perjuangan yang panjang dengan memerlukan pengorbanan dan lebih bersifat terbuka bagi siapa saja.
Master Status/ Assigned Status : status yang diberikan oleh masyarakat sebagai tanda penghargaan atas jasanya. Pada dasarnya, status yang diperoleh adalah akibat dari status yang diperolehnya terlebih dahulu.
2.1.2 Social Roles
Harapan terhadap seseorang yang menempati suatu posisi atau status sosial tertentu. Konflik sosial terjadi ketika harapan tidak timbul dari dua atau lebih posisi sosial yang diselenggarakan oleh orang yang sama. Tekanan peran (role strain) adalah kesulitan yang muncul ketika posisi sosial yang sama memaksakan tuntutan yang saling bertentangan dan harapan. Role exit adalah proses pelepasan dari peran yang merupakan pusat identitas seseorang untuk membangun peran baru.
2.1.3 Groups
Merupakan sekelompok orang yang memiliki norma-norma, nilai-nilai dan harapan yang sama serta secara sadar dan teratur saling berinteraksi.
2.1.4 Social Networks and Technology
Gambar 5. Media menjadi sumber interaksi utama dalam masyarakat modern, kecanggihan teknologi menggeser perubahan sosial dari cara interaksi tatap muka menjadi tatap layar.

Social networks (jaringan sosial) adalah serangkaian hubungan sosial yang menghubungkan orang secara langsung kepada orang lain, dan secara tidak langsung menghubungkan dia lebih banyak orang.
2.1.5 Social Institution
Merupakan kumpulan norma-norma yang berkisar pada pemenuhan suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat.

2.2 Social Structure in Global Perspective

2.2.1 Durkheim's Memchanical and Organic Solidarity
Solidaritas - Mechanical : mengacu pada kesadaran kolektif yang menekankan solidaritas kelompok , menyiratkan bahwa semua individu melakukan tugas yang sama.
Organik solidaritas : mengacu pada kesadaran kolektif yang bergantung pada kebutuhan anggota masyarakat memiliki satu sama lain.

2.2.2 Tonnie's Gemeinschaft and Gesselschaft
Gemeinschaft ( Paguyuban ) : komunitas kecil di mana orang memiliki latar belakang yang sama dan pengalaman hidup.
Gesellschaft ( Patembayan) : komunitas besar di mana orang asing dan merasa sedikit kesamaan dengan warga masyarakat lainnya.

2.2.3 Lenki's Sociocultural Evolution Approach
Melihat manusia masyarakat (human societies) sebagai yang mengalami perubahan berdasarkan pola yang dominan- sociocultural evolution.
Teknologi : "Informasi budaya tentang bagaimana cara menggunakan sumber daya material lingkungan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia". (Nolan dan Lenski 2004:366)
Praindustri Masyarakat
1. Hunting and Gathering Society (masyarakat pemburu dan peramu) : orang bergantung pada apa pun makanan dan serat sudah tersedia.
2. Horticultural Societies : Masyarakat hortikultural menerapkan teknologi peralatan tangan untuk mengkoleksi hasil pertanian.
3. Agrarian Societies : Masyarakat agraris terutama terlibat dalam produksi pangan
Pascaindustri dan Postmodern Masyarakat
4. Industrial Societies : Masyarakat industrial adalah masyarakat dengan ciri utama produksi barang – makanan, pakaian, bahan bangunan – dengan bantuan teknologi mesin yang digerakkan sumberdaya energi non hewani (sumber daya baru).
Pascaindustri Masyarakat: sistem ekonomi bergerak terutama dalam pengolahan dan pengendalian informasi.
5. Postindustrial and Postmodern Societies : Masyarakat posindustrial dicirikan kegiatan produksi untuk menghasilkan informasi yang dimungkinkan oleh adanya teknologi komputer.

3. Social Mobility
Gambar 6. Kesenjangan sosial di wilayah ibukota Jakarta seperti jurang pemisah antara golongan atas dan bawah. Sangat sulit untuk golongan bawah untuk mobilitas (berpindah) ke golongan atas.
Mobilitas sosial adalah perubahan, pergeseran, peningkatan, ataupun penurunan status dan peran anggotanya. Berikut definisi menurut para ahli:
Paul B. Horton, mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata yang lainnya. 
Kimball Young dan Raymond W. Mack, mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat hubungan antara individu dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan kelompoknya.

3.1 System of Stratification and Social Mobility
Gambar 7. Bali yang mayoritas masyarakat memeluk agama Hindu memiliki 4 sistem kasta yakni: Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra

Ascribed Status : posisi sosial yang diberikan ke seseorang tanpa memperhatikan karakteristik unik atau bakat orang tersebut.
Achieved Status : posisi sosial yang dicapai oleh seseorang melalui upaya sendiri.
Slavery (perbudakan): bentuk paling ekstrim dari kesenjangan sosial yang sah.
Castes (Kasta) : sistem pangkat turun-menurun, biasanya ditentukan secara agama, yang cenderung tetap dan tidak bergerak. Sistem kasta mempunyai ciri-ciri : keanggotaan berdasar keturunan, keunggulan yang diwariskan berlaku seumur hidup, perkawinan endogami, hubungan dengan kelompok sosial lain terbatas, penyesuaian diri ketat pada norma-norma kasta, kasta yang lebih rendah dikendalikan oleh kasta yang lebih tinggi.
Estate System : berkaitan dengan masyarakat feodal pada abad pertengahan. Biasanya berdasarkan kepemilikan tanah, raja, bangsawan, ksatria dan petani.
Social Classes (kelas sosial) : Kedudukan sosial yang berdasarkan terutama pada posisi ekonomi dimana karakteristik yang dicapai dapat mempengaruhi mobilitas sosial. Rossides (1997) menggunakan 5 kelas model untuk mendeskripsikan sistem kelas Amerika Serikat : Upper class, Upper-middle class, Lower-middle class, Working class, Lower class. 

Refrensi:
  1. Aronson, E., Wilson, T. D., & Akert, R. M. (2010). Social psychology (7th ed.). Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.
  2. Interaksi sosial diunduh (11-04-2015) http://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi_sosial
  3. Mobilitas sosial diunduh (11-04-2015) http://id.wikipedia.org/wiki/Gerak_sosial
  4. Powerpoint Binus Maya Materi Human Socialities: Socialization, Social Interaction, and Social Mobility Pertemuan ke- 19 diunduh (11-04-2015) http://binusmaya.binus.ac.id/AccessApp.aspx?AppId=ankN224zkCGlL6Prt9ts4Qkw%2bx4hUYN0ZtPgD4FezY4%3d
  5. Sarwono, S. W. (2002). Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh psikologi. Jakarta: Bulan Bintang

Kamis, 09 April 2015

Kuliah bersama Ibu Ery Seda "Perspektif Sosiologi dan Perspektif Ilmu-Ilmu Sosial"


Gambar 1. Dra. Francisia Saveria Sika Ery Seda, M.A., Ph.D. atau yang akrab disapa Ibu Ery Seda
saat menyampaikan materi dalam kuliah umum di Binus University
1. Perspektif Sosiologi
Sejarah nya mulai dari 2 transformasi revolusioner di Eropa:
1.1 Revolusi Industri (abad ke 18- ke 19) awal ditemukan Mesin Uap dan awal barang dan jasa
1.2 Revolusi Perancis 1789 telah dimulai saat enlightment
Gambar 2. Revolusi Perancis
Karena adanya revolusi ini menjadi timbulnya permasalahan sosial seperti pengangguran dan kemiskinan, berawal dari kejadian tersebut ilmu sosiologi mulai berkembang untuk menyelesaikan permasalahan sosial yang terjadi.

2. Positivisme dan Evolusi Sosial
2.1 Positivisme
Ilmu-ilmu sosial oleh Auguste Comte  yakni istilah "sosiologi" pada ilmu mengenai masyarakat.
Gambar 3. Auguste Comte sebagai "Bapak Sosiologi"
Pendekatan Positivisme : 
Pendekatan yang berdasarkan prinsip pengamatan pernyataan-pernyataan teoritis untuk membuat generalisasi dari proses sebab akibat yang terjadi di dalam masyarakat.
Jadi ilmu sosial jika ingin diakui maka harus mengikuti prinsip ilmu pengetahuan alam yakni berdasarkan pengamatan empiris dan data kuantitatif. Namun, ilmu sosial mengamati manusia yang tidak pasti dengan kata lain manusia dapat berubah sikap dan perilakunya.

Contoh dalam diskusi: "bunuh diri" dilihat melalui perspektif lintas disiplin (ilmu psikologi,antropolgi,sosiologi) jika di negara Jepang bunuh diri dianggap sebagai sesuatu yang wajar dilihat dari masyarakat dan kulturnya bahkan menjadi tradisi yang kita kenal sebagai Harakiri, sementara di Indonesia yang menganut budaya timur hal itu bukanlah hal yang wajar. Tapi saat ini sudah banyak orang yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena permasalahan sosial (misalnya stress karena masalah ekonomi, terlilit hutang,dll) dan angka bunuh diri menjadi meningkat, hal ini disebabkan karena adanya perubahan sosial di masyarakat.

Comte juga mengatakan: "Ilmu sosiologi harus reliabel semuanya tidak harus kuantitatif tapi juga dapat diprediksi harus bisa memberikan solusi dan pemecahan masalah"
Jadi kita dapat memprediksi yang terjadi 10 tahun mendatang jika masih terjadi perubahan sosial maka angka bunuh diri akan semakin meningkat atau menurun.
Ada 3 tahapan pada masyarakat modern:
1. Teologis: semua ditentukan oleh Tuhan dan ajaran agama
2. Metafisikal: gejala sosial yang dikaitkan dengan metafisik (supranatural)
3. Positif: menggunakan penjelasan yang rasional dari ilmu pengetahuan.
Contohnya dalam kasus stress:
Biasanya orang yang berfikiran teologis akan mengatakan bahwa "orang itu dihukum Tuhan", sama seperti orang yang berfikiran metafisikal akan mengaitkannya dengan hal mistis "orang itu sedang disantet dan harus dibawa ke dukun atau orang pintar" namun lain hal jika orang yang berfikiran positif akan memberikan pendekatan medis dan mengatakan "orang itu harus dibawa ke psikolog".

2.2 Evolusi Sosial
Charles Darwin mengatakan species berkembang melalui proses evolusi, 
Herbert Spencer mengatakan evolusi sosial manusia itu sama seperti species dalam biologi, Jadi, tubuh kita ini saling tergantung. 
Gambar 4. Herbert Spencer
Jadi, jika terjadi gangguan dalam salah satu anggota tubuh kita (disfungsional) akan terjadi ketidak seimbangan pada seluruh anggota tubuh. Misalnya, seorang yang sakit gigi biasanya itu berpengaruh pada sistem syaraf pusat dan rasa sakit yang dirasa akan membuat aktifitas terhambat.

3. Revolusi Kapitalis oleh Karl Marx
Gambar 5. Karl Marx
Masyarakat berubah bukan melalui proses evolusi justru harus berubah secara revolusioner.
Masyarakat memang tidak adil, karena kelas atas selalu mengeksploitasi kelas bawah (dalam hal ini yang dimaksud sebagai buruh)

Contoh diskusi masalah kesurupan masal atau hysteria mass:
Hal ini disebabkan karena ketidakberdayaan kaum kelas bawah (spirit of resistance) dan melakukan pmberontakan dengan cara kesurupan. Diteliti lanjut pada kaum buruh di Malaysia yang melakukan kesurupan masal dengan demikian proses produksi akan terganggu dan selanjutnya atasan akan melakukan negoisasi dengan kaum buruh mungkin dengan kelayakan UMR. Cara ini berlanjut dipakai karena jika demo atau melakukan hal lainnya biasanya tidak akan didengar, selain itu faktor yang mendukung pola pemikiran masyarakat yang metafisikal sehingga mengaitkannya dengan hal spiritual, karena setelah diteliti kesurupan ini terjadi paling banyak didaerah asia tenggara yang masih menganut pola pemikiran seperti itu.

4. Neo- Marxisme: Mazhab Frankfurt dari teori kritis
Perintis : Max Horkheimer dan Theodor Adorno 
"Industri Budaya" yakni tidak hanya ekonomi saja yang penting namun budaya juga mempengaruhinya (konteks masyarakat)

5. Emile Durkheim : level sosial dari realitas
Gambar 6. Emile Durkheim
Jenis Gejala fenomena sosial:
1. Jenis Anomik : disebabkan kondisi masyarakat yang anarkis dan tidak mampu menyesuaikan diri.
2. Jenis Alturistik: disebabkan karena budayadan kultur
3. Jenis Egoistik: disebabkam karena kepentingan pribadinya sendiri.

6. Struktural Fungsionalisme: Talcott Parsons dan Robert Merton
1. Adaptation dilakukan oleh instusi pendidikan
2. Goal attainment dilakukan oleh instusi ekonomi
3. Integration dilakukan oleh instusi agama
4. Latency dilakukan oleh instusi budaya/kultur

7. Max Weber: Kapitalisme dan Agama
Gambar 7. Max Weber
Dalam agama dan ekonomi ada rasionalitas. Penelitian tentang kaum kapitalis yang teringgi biasanya menganut agama yang sama yakni kristen protestan calvinis. Namun kaitannya bukan karena agama atau sebab causalitas namun lebih ke avinitas. Maksudnya, semakin orang patuh dalam agama maka akan berhasil juga dalm bidang ekonomi.

Contoh diskusi: Di Indonesia pengusaha-pengusaha daerah Jawa Tengah misalnya pedagang batik yang terkenal itu biasanya dari agama Islam yakni santri-santri, mereka taat dan patuh dengan agama nya maka ekonomi merekapun berhasil.

8. Integralisme Simbolik
Berinteraksi karena adanya simbolik, dan penentuan simbol-simbol tersebut tergantung kesepakatan. (Misalnya: ada kursi bisa saja dikatakan meja jika semua orang sepakat)
Goffman: Interaksi menggunakan lambang
Ada yang dinamakan Dramaturgi kita memiliki panggung depan dan belakang. Panggung depan yang dimaksud adalah apa yang kita jalani atau interaksi kan saat ini dan panggung belakang itu apa yang ada dalam fikiran kita, perasaan yang tidak di interaksikan.

Gambar 8. Ibu Ery Seda yang sedang melakukan sesi tanya jawab sebagai bagian terakhir dari kuliah umum
Kesan dan Pesan Kuliah Umum:
Materi yang disampaikan sangat jelas, sekarang sebagai seorang psikolog saya harus mendalami lintas disiplin ilmu yakni melihat tidak hanya dari sudut pandang ilmu yang kita pelajari tapi saat menangani suatu kasus atau masalah sosial haruslah memperhatikan perspektif dari ilmu-ilmu yang ada.Ibu ery sangat ramah dan terbuka selama kuliah umum ini berlangsung, semoga kuliah umum ini terus berlanjut dari tahun ke tahun dan kedepannya semoga lebih baik lagi :D


Jumat, 03 April 2015

Human Organizations: Groups, Families, Communities, Cities, and States

1. Group
Gambar 1. Group (Kelompok)

1.1 Pengertian Group: Sejumlah orang dengan norma-norma yang sama, nilai-nilai, dan harapan yang berinteraksi secara teratur.

  • Kelompok utama: kelompok kecil dengan intim, asosiasi dan kerjasama
  • Kelompok sekunder: formal, kelompok impersonal dengan sedikit keintiman sosial atau saling pengertian
1.2 In Group dan Out Group

  • In-group adalah kelompok sosial dimana individu mengidentifikasi dirinya.
  • Out-group adalah kelompok sosial yang oleh individu di artikan sebagai lawan in-group nya.
  • Conflict between in-groups and out-groups can turn violent on a personal as well as political level
1.3 Referensi kelompok: Individu digunakan sebagai standar untuk mengevaluasi perilaku mereka sendiri
  • Kelompok referensi menetapkan dan menegakkan standar perilaku dan keyakinan
  • Seringkali dua atau lebih kelompok referensi mempengaruhi kita pada saat yang sama
Tabel 1. Comparison of Primary and Secondary Groups
2. Organisasi Formal dan Birokrasi

2.1 Organisasi formal : kelompok yang dirancang untuk struktur tujuan khusus dan untuk efisiensi maksimum.
  • Di AS, organisasi formal memenuhi berbagai variasi kebutuhan pribadi dan sosial
  • Dianggap berasal dari status bisa mempengaruhi bagaimana kita melihat diri dalam organisasi formal
2.2 Karakteristik Birokrasi
Birokrasi : komponen organisasi formal yang menggunakan aturan dan hirarkis peringkat untuk mencapai efisiensi

Gambar 2. Contoh Pembenahan Birokrasi di wilayah DKI Jakarta


2.2.1 Ideal tipe birokrasi : (Weber) membangun atau model untuk mengevaluasi kasus-kasus tertentu
1. Pembagian kerja (Division of labor)

Ahli khusus melakukan tugas-tugas tertentu,
Fragmentasi kerja dapat menghapus pekerja koneksi harus secara keseluruhan tujuan birokrasi.

2. Hirarki kewenangan (Hierarchy of authority)

Setiap posisi di bawah pengawasan dari otoritas yang lebih tinggi

3. Aturan dan peraturan tertulis (Written rules and regulations)

Aturan dan peraturan menjamin kinerja seragam setiap tugas memberikan kontinuitas

4. Sifat umum (Impersonality)

Norma-norma birokrasi mendikte itu pejabat melakukan tugas tanpa pertimbangan pribadi kepada orang-orang sebagai individu

5. Pekerjaan berdasarkan kualifikasi teknis (Employment based on technical qualifications)

Peter Principle: setiap karyawan dalam hirarki cenderung naik ke level nya ketidakmampuan (Peter dan Jull 1969)
Birokrasi meresapi kehidupan modern

6 . Birokratisasi sebagai Proses

Birokratisasi : proses dimana kelompok, organisasi, atau gerakan sosial menjadi semakin birokratis

7. Oligarki: Hukum

Hukum Oligarki : Organisasi demokratis akhirnya berkembang menjadi birokrasi diperintah oleh beberapa orang
Tabel 2. Characteristics of a Bureaucracy

3. Families
Gambar 3. Contoh Teladan dalam Keluarga Katolik (Keluarga Kudus Nazaret)

3.1 Composition: What Is the Family?
3.1.1 Pengertian Keluarga : kelompok orang yang berhubungan darah, pernikahan, atau lainnya disepakati hubungan, atau adopsi yang berbagi tanggung jawab utama untuk reproduksi dan merawat anggota masyarakat.
  • Nuklir Keluarga: inti atau inti di mana kelompok-kelompok keluarga besar yang dibangun.
  • Sejumlah Keluarga: keluarga di mana kerabat tinggal di rumah yang sama dengan orang tua dan anak-anak mereka.
3.2 Kinship Patterns: To Whom Are We Related? (Pola kekerabatan)
3.2.1 Pengertian Kekerabatan: keadaan yang berhubungan dengan orang lain.
  • Descent Bilateral: kedua sisi keluarga seseorang dianggap sama pentingnya.
  • Keturunan patrilineal: hanya kerabat ayah penting.
  • Keturunan matrilineal: hanya kerabat ibu yang signifikan.
3.3 Authority Patterns: Who Rules? (Pola Otoritas)
  • Patriarki: laki-laki diharapkan untuk mendominasi dalam semua pengambilan keputusan keluarga
  • Matrilineal: wanita memiliki kewenangan yang lebih besar daripada laki-laki
  • Keluarga Egaliter: keluarga di mana pasangan dianggap sebagai sama.
3.4 Social Institutions: Family and Religion
Keluarga memiliki enam fungsi bagi masyarakat:
1. Perlindungan (Protection)
2. Sosialisasi (Socialization)
3. Reproduksi (Reproduction)
4. Peraturan perilaku seksual (Regulation of sexual behavior)
5. Kasih sayang dan persahabatan (Affection and companionship)
6. Pemberian status sosial (Provision of social status)

3.5 Issue dalam Pernikahan Keluarga
Poligami: ketika seorang individu memiliki beberapa suami atau istri secara bersamaan.
Poligini: pernikahan dari seorang pria untuk lebih dari satu wanita pada suatu waktu.
Poliandri: pernikahanan seorang wanita untuk lebih dari satu suami pada saat yang sama.
Gambar 4. Contoh Tradisi Poliandri di Nepal
3.6 Issue Pernikahan Sesama Jenis
Gambar 5. Perbandingan Pernikahan (Kiri : Gay, Tengah : normal, Kanan: Lesbian)
Sociological Insights
Isu : Ide pernikahan sesama jenis di AS sebagai serangan terhadap pernikahan tradisional.
Setting: memiliki pasangan gay manfaat hukum perkawinan melalui serikat sipil. 
Konstitusi Massachusetts: Pengadilan dan aturan negara memberikan pasangan gay yang tepat untuk menikah.
Wawasan Sosiologi :
Fungsionalis: pandangan agama terhadap perkawinan tidak dapat diabaikan
Interactionists: fokus pada dukungan atau oposisi keluarga, rekan kerja, dan teman-teman.

Sebanyak 50% warga mendukung serikat sipil.

Inisiatif Kebijakan
Belanda, Belgia, dan Kanada mengakui pernikahan sesama jenis. Tetapi banyak negara masih sangat ditentang.

4. Communities and Urbanizations
Gambar 6. Communities
4.1 Masyarakat Kota :

1)  Tergantung pada lingkungan fisik untuk pasokan makanan

2)  Masyarakat hortikultura menyebabkan perubahan  dalam organisasi sosial manusia.

4.2 Masyarakat Pedesaan:

1) Seperempat dari penduduk tinggal di kota-kota dari 2.500 orang atau kurang yang tidak berdekatan dengan kota

2) Pertanian hanya menyumbang 9% dari tenaga kerja di negara non-perkotaan.

Tabel 3. Perbedaan Masyarakat Desa dan Kota
4.3 Functionalist View: Urban Ecology
Human Ecology: interrelationships between people and their spatial settings and physical environments
Urban Ecology: focuses on relationships as they emerge in urban areas
Concentric-zone Theory: center, or nucleus, of a city is the most highly valued land and each succeeding zone surrounding the center contains other types of land which are valued differently
Multiple-nuclei theory: all urban growth does not radiate out from a central district

5. Cities and States
Gambar 7. Kota Hongkong dengan jumlah Gedung Pencakar Langit paling banyak di Dunia

5.1 Pengertian Kota
Kota menurut definisi universal adalah sebuah area urban yang berbeda dari desa ataupun kampong berdasarkan ukuranya,kepadatan penduduk,kepentingan atau status hukum. Beberapa definisi (secara etimologis) “kota”dalam bahasa lain yang agak tepat dengan pengertian ini,seperti dalam bahasa Cina,kota artinya dinding dan dalam bahasa Belanda kuno,tuiin,bisa berarti pagar.Jadi dengan demikian kota adalah batas.Selanjutnya masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community,Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupanya serta cirri-ciri kehidupanya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.

5.1.1 Ciri yang menonjol  pada masyarakat kota.yaitu:

A) Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
B) Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung padaorang lain.
C) Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
D) Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa.
E) Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan,menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan daripada factor pribadi.
F) Perubahan-perubahan social tampak dengan nyata di kota-kota,sebab masyarakat kota biasanya lebih terbuka dalam menerima hal-hal baru.

5.2 Pengertian Negara
Gambar 8. Bendera Negara-Negara di seluruh Dunia

Negara adalah sekumpulan warga yang memiliki suatu teritori tertentu dengan kepemerintahannya sendiri disertakan dengan ideologi masing-masing negara tersendiri. 
5.2.1 Menurut Plato negara merupakan perluasan dari kepribadian manusia. 
5.2.2 Menurut St. Thomas Aquino negara adalah konstitusi yang alamiah. 
5.2.3 Menurut Friedrich Hegel, negara merupakan hasil dari proses dialektika terus menerus dalam realitas kehidupan. 
5.2.4 Menurut A. Gramsci, negara adalah institusi atau lembaga yang memiliki Hagemoni.
5.2.5 Menurut Pericles, Negara menerapkan prinsip demokrasi (diperintah oleh dan untuk rakyat, kesamaan hukum, menjunjung pluralisme, menghargai hak)

Refrensi:
1. Antonio Gramsci (2009) State and Hegemony. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
2. Pengertian Kota diunduh tanggal 03-04-2015 http://id.wikipedia.org/wiki/Kota 
3. Pengertian Negara diunduh tanggal 03-04-2015 http://id.wikipedia.org/wiki/Negara
4. Powerpoint Binus Maya Human Organizations: Groups, Families, Communities, Cities, and States Pertemuan ke- 17 diunduh tanggal 03-04-2015 http://binusmaya.binus.ac.id/AccessApp.aspx?AppId=ankN224zkCGlL6Prt9ts4Qkw%2bx4hUYN0ZtPgD4FezY4%3d

Senin, 30 Maret 2015

All About Madeline

PROFILE PENULIS BLOG

Madeline Jessica
Psikologi, Binusian 2018
BINUS University
Gambar1. Madeline Jessica

Madeline Jessica lahir dan besar di Jakarta sejak 13 Desember 1996. Arti namaku,"Madeline" adalah senang menghibur, cerdas, berjiwa petulang, dapat diandalkan, bertanggung jawab, penuh semangat, mudah beradaptasi, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, menyukai perubahan dan variasi. Sebenarnya hampir benar nama itu menggambarkan kepribadianku. Ok Well, papa ku juga terinspirasi dari tokoh terkenal pada tahun 96 yakni Madeline Albright, beliau adalah menteri luar negeri Amerika Serikat dengan pangkat tertinggi dalam pemerintahan.
Gambar 2. Ulangtahun pertama Madeline

Gambar 3. Foto masa kecil saat memakai baju cheongsam
Aku dilahirkan dalam keluarga katolik yang sederhana, papa ku pria asal jawa tepatnya di sleman, jogjakarta dan mama ku wanita cantik keturunan etnis tionghoa. Walau begitu aku tidak sepenuhnya mirip mama atau papa tapi kami sekeluarga saling menyayangi satu sama lain dengan cara kami masing-masing.
Gambar 4. Foto Keluarga


Beranjak dewasa aku mulai menyukai banyak kegiatan terutama travelling tapi saat ini hanya masih sekitar pulau jawa. Aku sangat menyukai anak kecil dan berbagi ilmu bersama mereka. Saat ini aku masih aktif sebagai guru sekolah minggu dan waktu itu mengajar paud bersama Teach For Indonesia.
Pengalaman mengajar: teachforindo.blogspot.com
Gambar 5. Sekolah Minggu Yohanes Pemandi 4

Gambar 6. Kenangan saat mengajar PAUD Yasmi
Aktivitas lain yang aku sukai adalah bernyanyi, aku bergabung dengan 2 koor di gereja Santa Klara dan di Binus University.Sebenarnya suaraku tidak begitu bagus tapi aku senang bisa menjadi bagian dalam paduan suara untuk memuji Tuhan.

Gambar 7. Soli Deo Glory Choir, St. Clara

Gambar 8. Ancilla Domini Choir, Binus University
Aku menjalani hidupku dengan sukacita walau terkadang ada masalah tapi Tuhan selalu menyertai, aku percaya jika kita mensyukuri hidup pasti hidup akan terasa lebih indah:)