quotes

WELCOME TO MADELINE JESSICA BLOG
Learn from yesterday, Live for today, Hope for tomorrow :)

Senin, 30 Maret 2015

All About Madeline

PROFILE PENULIS BLOG

Madeline Jessica
Psikologi, Binusian 2018
BINUS University
Gambar1. Madeline Jessica

Madeline Jessica lahir dan besar di Jakarta sejak 13 Desember 1996. Arti namaku,"Madeline" adalah senang menghibur, cerdas, berjiwa petulang, dapat diandalkan, bertanggung jawab, penuh semangat, mudah beradaptasi, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, menyukai perubahan dan variasi. Sebenarnya hampir benar nama itu menggambarkan kepribadianku. Ok Well, papa ku juga terinspirasi dari tokoh terkenal pada tahun 96 yakni Madeline Albright, beliau adalah menteri luar negeri Amerika Serikat dengan pangkat tertinggi dalam pemerintahan.
Gambar 2. Ulangtahun pertama Madeline

Gambar 3. Foto masa kecil saat memakai baju cheongsam
Aku dilahirkan dalam keluarga katolik yang sederhana, papa ku pria asal jawa tepatnya di sleman, jogjakarta dan mama ku wanita cantik keturunan etnis tionghoa. Walau begitu aku tidak sepenuhnya mirip mama atau papa tapi kami sekeluarga saling menyayangi satu sama lain dengan cara kami masing-masing.
Gambar 4. Foto Keluarga


Beranjak dewasa aku mulai menyukai banyak kegiatan terutama travelling tapi saat ini hanya masih sekitar pulau jawa. Aku sangat menyukai anak kecil dan berbagi ilmu bersama mereka. Saat ini aku masih aktif sebagai guru sekolah minggu dan waktu itu mengajar paud bersama Teach For Indonesia.
Pengalaman mengajar: teachforindo.blogspot.com
Gambar 5. Sekolah Minggu Yohanes Pemandi 4

Gambar 6. Kenangan saat mengajar PAUD Yasmi
Aktivitas lain yang aku sukai adalah bernyanyi, aku bergabung dengan 2 koor di gereja Santa Klara dan di Binus University.Sebenarnya suaraku tidak begitu bagus tapi aku senang bisa menjadi bagian dalam paduan suara untuk memuji Tuhan.

Gambar 7. Soli Deo Glory Choir, St. Clara

Gambar 8. Ancilla Domini Choir, Binus University
Aku menjalani hidupku dengan sukacita walau terkadang ada masalah tapi Tuhan selalu menyertai, aku percaya jika kita mensyukuri hidup pasti hidup akan terasa lebih indah:)

Jumat, 27 Maret 2015

Human Philosophical Reflections 2: Knowledge, Intelligence, Affection, and Freedom

Gambar 1. Filosofi Manusia
1. Knowledge (Pengetahuan)
Pengetahuan tidak bisa dipandang seperti memandang suatu objek yang terdapat di sana, di depan subjek, yang dapat dijangkau oleh pandangan dan oleh tangan manusia. Permasalahan kritis di sini adalah kompleksitas pengetahuan manusia yang sulit dijangkau secara lengkap, utuh, dan paripurna oleh budi manusia yang terbatas. 
Gambar 2. Knowledge
1.1 Pengetahuan perseptif, ketika sambil muncul secara spontan, pengetahuan itu memungkinkan orang untuk menyesuaikan dirinya secara langsung dengan situasi yang disajikan. 

1.2 Pengetahuan refleksif, ketika pengetahuan itu membuat objektif kodrat dari suatu realitas apa pun juga.Pengungkapannya adalah, baik dalam bentuk ide, konsep, definisi, serta putusan-putusan maupun dalam bentuk lambang, mitos, atau karya-karya seni.

1.3 Pengetahuan indrawi lahir atau indrawi luar kalau orang mencapainya secara langsung, melalui penglihatan, pendengaran, pembau, perasaan, serta peraba setiap kenyataan yang mengelilinginya.
1.4 Pengetahuan indrawi batin ketika menampakkan dirinya kepada orang dengan ingatan dan khayalan, baik mengenai apa yang tidak ada lagi atau yang belum pernah ada maupun yang terdapat di luar jangkauannya.

1.5 Pengetahuan diskursif, ketika pengetahuan itu memperhatikan suatu aspek dari benda kemudian suatu aspek yang lain, ketika pengetahuan itu pergi dan datang dari keseluruhan ke bagian-bagian, dan dari bagian-bagian ke keseluruhan. 

1.6 Pengetahuan intuitif, ketika pengetahuan menangkap atau memahami secara langsung benda atau situasi dalam salah satu aspeknya, keseluruhan dalam satu bagian, sebab dalam akibat, konsekuensi dalam prinsip, dan sebagainya.

1.7 Pengetahuan induktif, bila menarik yang universal dari yang individual, dan sebaliknya deduktif, bila menarik yang individual dari yang universal.

1.8 Pengetahuan kontemplatif, bila mempertimbangkan benda-benda dalam dirinya dan untuk dirinya sendiri.

1.9 Pengetahuan spekulatif, bila mempertimbangkan benda-benda dalam bayangan-bayangan dan ide-ide, atau konsep-konsep tentang benda-benda itu. 

1.10 Pengetahuan sinergis, kalau merupakan akumulasi dari seluruh daya kemampuan dari subjek (yang sedang mengetahui). 


2. Intelligence (Pengertian)
Gambar 3. Intelligence (Pengertian)
         Intelegensi diambil dari kata intellectus dan kata kerja intellegere (bahasa Latin). Kata intellegere terdiri dari kata intus yang artinya dalam pikiran atau akal, dan kata legere yang berarti membaca atau menangkap. Kata intellegere dengan ini berarti membaca dalam pikiran atau akal segala hal dan menangkap artinya yang dalam.Inteligensi adalah kegiatan dari suatu organisme dalam menyesuaikan diri dengan situasi-situasi, dengan menggunakan kombinasi fungsi-fungsi seperti persepsi, ingatan, konseptual, abstraksi, imajinasi, atensi, konsentrasi. seleksi relasi, rencana, ekstrapolasi, prediksi, kontrol (pengendalian), memilih, mengarahkan. Berbeda dengan naluri, kebiasaan, adat istiadat, hafalan tanpa mempergunakan pikiran, tradisi. Pada tingkat intelek (pemahaman) yang lebih tinggi, inteligensi juga dapat diartikan sebagai proses pemecahan masalah-masalah (soal-soal kebingungan) dengan penggunaan pemikiran abstrak. Bentuk-bentuk kegiatan intelektif manusia berasal dari tahap-tahap yang paling rendah (sederhana) sampai ke tahap yang lebih tinggi (kompleks). Pengetahuan itu berjalan dari tahap yang tidak sadar sampai kepada tahap yang sadar.

3. Affection (Afektivitas)
    Afektivitas adalah satu dari unsur-unsur pokok dasariah dari cara berada manusia di dunia. dan satu dari dimensi-dimensi esensial roh manusia. Perbuatan afektif harus dimengerti sebagai segala gerakan atau kegiatan batin yang karenanya subjek ditarik atau ditolak. Cipta (kognisi), karsa (konasi), rasa (afeksi), itulah trias-dinamika manusia, atau manusia sebagai trias-dinamika. Diakui bahwa manusia bukan saja memiliki kemampuan kognitif-intelektual, tetapi juga afektivitas. Afektivitas juga membuat manusia berada secara aktif dalam dunianya serta berpartisipasi dengan orang lain dan dengan peristiwa-peristiwa dunianya. Melalui peranan afektivitaslah, manusia tergerakkan hatinya, keinginannya, dan perasaannya atau ketertarikannya untuk mengamati, mempelajari, dan mengembangkan pengada-pengada aktual di sekitarnya menjadi bagian dari proses keberadaannya. Afektivitas tidak sama dengan pengetahuan, namun menjadi penggerak atau penyebab dan sekaligus akibat dari proses pengetahuan manusia dalam arti penerapannya dalam bentuk perbuatan atau tindakan. Prinsipnya, orang hendaknya tidak terlalu cepat membuat dikotomi mengenai pengetahuan dan afektivitas. Karena terdapat kemungkinan bahwa pengetahuan tertentu mungkin hanya tercapai melalui perasaan.
3.1  Pengetahuan eksistensial mempunyai sifat sebagai kepastian bebas dan memberi alasan untuk percaya bahwa kebebasan manusia tidak pernah absen dari penegasan intelektual mengenai adanya afektivitas dalam alam pengetahuannya. 
Kondisi yang mendukung kegiatan afektif:
-Pertama, antara subjek dan objek harus ada ikatan kesamaan atau kesatuan itu sendiri
-Kedua, nilai (baik dan buruk)
-Ketiga, sifat dasariah dan kecenderungan kognitif
-Keempat, mengenal adalah kausa dari afektivitas
-Kelima, imajinasi

4. Freedom (Kebebasan)
Gambar 4. Freedom
Arti kebebasan juga mempunyai makna yang lebih luas. Kebebasan pada jaman sekarang bukan hanya berarti sekedar terbebas dari keadaan terjajah, namun mungkin lebih berarti bebas untuk mengaktualkan diri mengikuti perkembangan jaman ini.Kebebasan adalah suatu kondisi tiadanya paksaan pada aktivitas. Kata kebebasan sering diartikan sebagai suatu keadaan tiadanya penghalang, paksaan, beban atau kewajiban, jadi kata bebas menunjuk kepada manusia sendiri yang mempunyai kemungkinan untuk memberi arah dan isi kepada perbuatannya.

4.1 “Freedom is self-determination”.  Kebebasan merupakan sesuatu sifat atau ciri khas perbuatan dan kelakuan yang hanya terdapat dalam manusia dan bukan pada binatang atau benda-benda. Louis Leahy membedakan tiga macam atau bentuk kebebasan, yaitu; a)  kebebasan fisik, b) kebebasan moral dan c) kebebasan psikologis.

Refrensi
1. PPT BinusMaya: Human Philosophical Reflections 2: Knowledge, Intelligence, Affection, and Freedom Pertemuan ke- 13 diunduh tanggal 28-03-2015 http://binusmaya.binus.ac.id 

Kamis, 26 Maret 2015

Human Philosophical Reflection 1 : Grace and Rome Philosophy, Changing Concepts of the Body, and the Games

1. Greece and Rome Philosophy

1.1 Greece
Gambar 1.1 Map of Greece

1.1.1 Greek Influence
Perkembangan Yunani pada masa itu dipengaruhi oleh kepercayaan dunia barat mengenai tubuh dan pendidikan jasmani. Terdapat dua sistem metafisik yunani:
  • Naturalistik : Kodrat manusia adalah rohani dan jasmani
  • Anti Naturalistik : Kodrat manusia diciptakan oleh pikiran
1.1.2 Greek Metaphysics
Philosophical Positions : The Body
Dualisme: pandangan tentang keberadaan manusia berdasarkan dua keyakinan yaitu metafisik dan teologis. Socrates dan Plato memiliki pandangan memisahkan keberadaan manusia menjadi dua bagian yakni pikiran (mind) dan tubuh (body). Pikiran akan selalu terkait dengan tubuh dan hanya kematian yang dapat memisahkan.

1.1.3 Greek Ideals : Arete dan Agon

  • Arete : sifatnya sementara, hanya ketika seseorang sedang berjuang mencapai sesuatu. Arete termasuk kebajikan, keterampilan, kecakapan, kebanggan, keunggulan, keberanian, dan bangsawan. Arete sebenarnya tidak terbatas hanya kalangan atlet saja tetapi juga pada pegawai negeri, penyair, filsuf dan tentara
  • Agon : bermakna "pertarungan" termasuk dalam kompetisi musik, puisi, berbiacara di depan umum, serta acara lainnya. Sementara Homer digunakan sebagai tempat pertemuan atletik akan diadakan.
1.1.4 Greek Sports
  • Sejarah : Kelahiran Olympic Games (776SM)
  • Historical Perspective : Olahraga terbentuk dari kontak peradaban Yunani dan sekitarnya.
1.1.5 Athena dan Sparta (A Tale of Two City States)

Gambar 2. Athena


Gambar 3. Sparta
  • Athena berpusat pada kebudayaan dan pembelajaran. Athena dididik oleh keluarga masing-masing dan kaum perempuan di Athena tidak berpartisipasi seperti perempuan di Spartan.
  • Sparta berpusat pada kekuatan militer dan masyarakatnya sebagian besar berorientasi pada keprajuritan. Pendidikan nya biasanya berbasis militer dan lebih mengutamakan pelatihan fisik.
1.2 Rome
Gambar 4. Rome City View
1.2.1 The Etruscans
kaum Etruria yang menetap dikenal sebagai Tyrrhenians oleh orang yunani. Mereka mencapai puncaknya di Italia dari abad ke 8 - 5 sebelum masehi. Eturia berasal dari Asia Kecil. Etruscan rules: sekitar 600 SM untuk 509 SM Etruria yang tinggal di Italia tengah utara.
Gambar 5. Kaum Etruria
1.2.1.1 Etruscan Sport
Kota Etruscan berpusat disekitar arena yang berfungsi sebagai tempat-tempat olahraga. Roma mengambil berbagai kebiasaan dan praktik Etruscan setelah menaklukkan mereka pada 509 SM. Para arkeologi menemukan makam penguburan pada tahun 1958, ditemukan makan yang berisi lukisan yang menggambarkan berbagai jenis olahraga. Makam tersebut dikenal sebagai Makam Olimpiade.Olahraga merupakan pekerjaan dan festival atletik yang merupakan hiburan. 

1.2.2 Ancient Rome
Republik Romawi (didirikan setelah kemenangan atas Etruria 509 SM).
Kekaisaran Romawi (didirikan pada 27 SM). Dibagi dalam abad keempat M. Empire Barat, berpusat di Roma, berlangsung sampai AD 476. Empire Timur, berpusat di Konstantinopel (sekarang Istanbul), berlangsung sampai AD 1453.

1.2.3 Romans and Greeks: Cultural Analysis
Roma berfokus pada segala hal yang praktis (utilitarian) dibandingkan sesuatu yang estetika. Roma adalah politeistik seperti Yunani. Pada dasarnya, dewa-dewa Romawi berasal dari dewa Yunani yang diberi nama Romawi. Selama Kekaisaran, beberapa Romawi menolak hal-hal yang berkaitan dengan mitologi dan mulai berpegangan pada agama Kristen.

1.2.4 The Stoic
Gambar 6. Stoicism Epicureans

Stoics mempercayai tubuh atau jasmani. Indera yang dimiliki digunakan untuk memperoleh pengetahuan. Menolak metafisika dan mengklaim agama tentang moralitas. Mengembangkan individu yang berkebudayaan dan menemukan kebahagiaan lewat pemikiran mereka.

1.2.5 Roman Sport: Change Over Time
1. Republik awal: orang-orang sehat secara fisik dan aktif terlibat dalam kontes atletik tetapi tidak tertarik dalam kompetisi atletik gaya Yunani.
2. Era Kekaisaran: orang-orang kurang tertarik pada kebugaran fisik pribadi dan atletis Yunani tidak dihargai oleh militer utilitarian Roma.

1.2.6 Roman Sport and Military
Legions ditakuti diseluruh dunia kuno dan filsafat Stoic mendukung sistem militer ini.Para calon prajurit dilatih untuk menjadi prajurit yang patuh, taat dan disiplin.

Gambar 7. Roman Sport
1.2.7 Philosophy, Sport & Physical Education During the Middle Ages: 900-1400
General History
Dark Ages: setelah jatuhnya Roma (476 M) sampai 900 M. Runtuhnya Roma dan awal Dark Ages menyebabkan kekacauan. Banyak masyarakat kota yang mencari perlindungan dari bangsawan yang kuat. Perdagangan dan administrasi publik yang dikembangkan oleh Roma menghilang selama Dark Ages. Kastil dan kota-kota berdinding dirancang oleh orang-orang yang putus asa dan membutuhkan perlindungan.

1.2.8 Teologi gereja:
Filsafat dan teologi mempunyai titik tolak yang berbeda. Filosofi berdasarkan pada penyelidikan yang berasalan sedangkan teologi berdasasrkan pada iman.
Epistemologi: berdasarkan pada iman mutlak dan keyakinan kepastian wahyu ilahi, yaitu Tuhan secara langsung yang mengungkapkan kebenaran melalui doa dan kitab suci. Menjanjikan surga bagi semua orang yang mengikuti ajaran-ajarannya. Hal tersebut merupakan hal yang dipandang baik bagi orang-orang Dark Ages dan Abad Pertengahan.

2. Changing Concepts of the Body

2.1 Philosophical Positions of The Body
1. Biblical Jesus: kesempurnaan dalam tubuh, pikiran dan jiwa. Posisi filosofi tubuh muncul dari teologi. Tuhan menciptakan alam semesta, pria dan wanita, pikiran dan tubuh. Tersirat tubuh dan jiwa yang baik.
2. Ortodoks: menolak gagasan bahwa tubuh adalah jahat. Penyakit pes menghancurkan Eropa pada abad ke 14, jutaan orang meninggal. Menurut gereja, wabah tersebut merupakan tanda dari Tuhan. Tubuh adalah “messenger of death”.

2.2 Thomas Aquinas (1255 - 1274)
Gambar 8. St. Thomas Aquinas

1. Memeluk kebugaran fisik dan hiburan sebagai suatu hal yang positif untuk mempromosikan sosial dan moral kesejahteraan.
2. Kecerdasan sebagaian bergantung pada tingkat kebugaran fisik individu.
3. Kita dapat mengetahui hal-hal melalui tubuh kita serta melalui pikiran. Pikiran sifatnya lebih unggul daripada tubuh.
4. Sependapat dengan Aristoteles: manusia merupakan komposit integral dari tubuh dan jiwa. Jiwa memerlukan tubuh untuk memperoleh pengetahuan. Tidak percaya bahwa tubuh adalah utusan kematian.

Refrensi:

  1. Mechikoff & Estes. (2006) A history and philosophy of sport and physical education, Fourth Edition. New York: The McGraw-Hill
  2. PPT Binus Maya: Human Philosophical Reflections 1: Greece and Rome Philosophy, Changing Concepts of the Body, and the Games. Pertemuan ke- 10 diunduh 25-03-2015  http://binusmaya.binus.ac.id/AccessApp.aspx?AppId=ankN224zkCGlL6Prt9ts4Qkw%2bx4hUYN0ZtPgD4FezY4%3d

Senin, 23 Maret 2015

Kota Tua Jakarta

Bangunan tua yang dikenal dengan sebutan Batavia  Lama (Oud Batavia) dulunya dijuluki "Permata Asia" atau "Ratu dari Timur" sejak abad ke-16 oleh pelayar Eropa karena sebagai pusat perdagangan untuk benua Asia karena lokasinya yang strategis serta Sumber Daya Alam yang melimpah.
Gambar 1. Gedung Balai Kota Batavia, kantor Gubernur Jendral VOC.
Bangunan ini sekarang menjadi Museum Sejarah Jakarta


Sejarah
Tahun 1526, Fatahillah, dikirim oleh Kesultanan Demak, menyerang pelabuhan Sunda Kelapa di kerajaan Hindu Pajajaran, kemudian dinamai Jayakarta. Kota ini hanya seluas 15 hektare dan memiliki tata kota pelabuhan tradisional Jawa. Tahun 1619, VOC menghancurkan Jayakarta di bawah komando Jan Pieterszoon Coen. Satu tahun kemudian, VOC membangun kota baru bernamaBatavia untuk menghormati Batavieren, leluhur bangsa Belanda. Kota ini terpusat di sekitar tepi timur Sungai Ciliwung, saat ini Lapangan Fatahillah.Penduduk Batavia disebut "Batavianen", kemudian dikenal sebagai suku "Betawi", terdiri dari etnis kreol yang merupakan keturunan dari berbagai etnis yang menghuni Batavia.Tahun 1635, kota ini meluas hingga tepi barat Sungai Ciliwung, di reruntuhan bekas Jayakarta. Kota ini dirancang dengan gaya Belanda Eropa lengkap dengan benteng (Kasteel Batavia), dinding kota, dan kanal. Kota ini diatur dalam beberapa blok yang dipisahkan oleh kanal. Kota Batavia selesai dibangun tahun 1650. Batavia kemudian menjadi kantor pusat VOC di Hindia Timur. Kanal-kanal diisi karena munculnya wabah tropis di dalam dinding kota karena sanitasi buruk. Kota ini mulai meluas ke selatan setelah epidemi tahun 1835 dan 1870 mendorong banyak orang keluar dari kota sempit itu menuju wilayah Weltevreden (sekarang daerah di sekitar Lapangan Merdeka). Batavia kemudian menjadi pusat administratif Hindia Timur Belanda. Tahun 1942, selama pendudukan Jepang, Batavia berganti nama menjadi Jakarta dan masih berperan sebagai ibu kota Indonesia sampai sekarang.Tahun 1972, Gubernur Jakarta, Ali Sadikin, mengeluarkan dekrit yang resmi menjadikan Kota Tua sebagai situs warisan. Keputusan gubernur ini ditujukan untuk melindungi sejarah arsitektur kota atau setidaknya bangunan yang masih tersisa di sana.Meski dekrit Gubernur dikeluarkan, Kota Tua tetap terabaikan. Banyak warga yang menyambut hangat dekrit ini, tetapi tidak banyak yang dilakukan untuk melindungi warisan era kolonial Belanda.Museum WayangGedung yang tampak unik dan menarik ini telah beberapa kali mengalami perombakan. Pada awalnya bangunan ini bernama De Oude Hollandsche Kerk ("Gereja Lama Belanda") dan dibangun pertamakali pada tahun 1640. Tahun 1732 diperbaiki dan berganti nama De Nieuwe Hollandse Kerk (Gereja Baru Belanda) hingga tahun 1808 akibat hancur oleh gempa bumi pada tahun yang sama. Di atas tanah bekas reruntuhan inilah dibangun gedung museum wayang dan diresmikan pemakaiannya sebagai museum pada 13 Agustus 1975 Meskipun telah dipugar beberapa bagian gereja lama dan baru masih tampak terlihat dalam bangunan ini.

Museum Wayang
Gedung yang tampak unik dan menarik ini telah beberapa kali mengalami perombakan. Pada awalnya bangunan ini bernama De Oude Hollandsche Kerk ("Gereja Lama Belanda") dan dibangun pertama1640. Tahun 1732 diperbaiki dan berganti nama De Nieuwe Hollandse Kerk (Gereja Baru Belanda) hingga tahun 1808 akibat hancur oleh gempa bumi pada tahun yang sama. Di atas tanah bekas reruntuhan inilah dibangun gedung museum wayang dan diresmikan pemakaiannya sebagai museum pada 13 Agustus 1975. Meskipun telah dipugar beberapa bagian gereja lama dan baru masih tampak terlihat dalam bangunan ini.

Gambar 2. Gedung Museum Wayang
Museum Wayang memamerkan berbagai jenis dan bentuk wayang dari seluruh Indonesia, baik yang terbuat dari kayu dan kulit maupun bahan-bahan lain. Wayang-wayang dari luar negeri ada juga di sini, misalnya dari Republik Rakyat Tiongkok dan Kamboja. Hingga kini Museum Wayang mengkoleksi lebih dari 4.000 buah wayang, terdiri atas wayang kulit, wayang golek, wayang kardus,wayang rumput, wayang janur, topeng, boneka, wayang beber dan gamelan. Umumnya boneka yang dikoleksi di museum ini adalah boneka-boneka yang berasal dari Eropa meskipun ada juga yang berasal dari beberapa negara non-Eropa seperti Thailand, Suriname, Tiongkok, Vietnam, India dan Kolombia.Selain itu secara periodik disenggelarakan juga pagelaran wayang pada minggu 2 dan ke 3 setiap bulannya.Pada tanggal 7 November 2003, PBB memutuskan mengakui wayang Indonesia sebagai warisan dunia yang patut dilestarikan.
Gambar 3. Kantor Pos di Kota Tua

Refrensi:
  • http://www.museumwayang.com/Sejarah%20Museum%20Wayang.html diunduh tanggal 20-03-2015
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tua_Jakarta diunduh tanggal 20-03-2015
  • Kota Tua booklet - Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Pemerintah Provinsi DKI Jakarta




Minggu, 15 Maret 2015

Kehidupan untuk Bersyukur

Tuhan itu tidak terlihat tapi bukan berarti tidak ada kan? Aku memang belum pernah bertemu secara langsung namun aku percaya pertolongannya nyata dan langsung terasa.
Pengalaman ini terjadi ketika libur lebaran 2014 ketika nenek ku meninggal dunia disitu kami sekeluarga harus pergi ke malang padahal kami tidak merencanakan untuk pulang tahun ini. Duka yang dirasa tak hanya itu saja, ketika kami dalam perjalanan pulang saat malam takbiran itu kami mengalami kecelakaan. Kecelakaan beruntun antara bis dan mobil, trauma? tentu pasti dirasa. Baru saja kehilangan orang yang kami cinta sekarang malah kami semua yang akan kehilangan nyawa. Hatiku menjerit  "Tuhan inikah yang namanya cobaan? Manakah perlindungan malaikat Mu?" pertanyaan yang berputar dikepalaku seolah-olah menyalahkan Tuhan.
Tiba-tiba aku melihat semua orang berkerumun didepan mobil kami dan langsung terdengar sirine mobil polisi, kaki tanganku bergetar tak bisa bicara karena baru pertama kali ini aku mengalami kecelakaan. Kami di ungsikan ke Rest Area dekat Pos Polisi Kebumen. Sebelum nya aku mendengar suara orang-orang yang bercerita "Untungnya tak ada korban dalam kejadian ini, karena biasanya selalu terjadi kecelakaan yang memakan korban tiap tahun dijalan ini" ujar salah satu warga. Aku hanya bisa menghela nafas dan mengelus dada. Terimakasih Tuhan atas perlindungan-Mu aku sangat bersyukur masih bisa hidup walau harus mengalami kecelakaan. 
Gambar 1. Gambar mobil yang menabrak mobilku (T1398K) dan gambar mobilku yang rusak parah
Semuanya dalam proses karna saat itu malam takbiran kami tidak dapat langsung pulang ke Jakarta kami dijemput untuk pulang ke Jogjakarta. Trauma yang masih membekas makin dibuat kesal dengan mobil yang menabrak tidak mau mengganti kerugian, namun kata papa ku "Tidaklah penting menuntut kerugian yang terpenting kami sekeluarga masih selamat dan tidak ada yang terluka.".
Tuhan memberikan cobaan kepada kita karena kita mampu mengatasi cobaan itu. Tentu Tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan melebihi kemampuan umat-Nya.

Gambar 2. Ucapan Syukur dengan ziarah ke Goa Maria



Selasa, 10 Maret 2015

Human Diversities 2: Religion and Arts

1. Agama (Religion)

Agama merupakan sistem yang mengatur kepercayaan dan tata ibadah kepada Tuhan, kata "Agama" berasal dari bahasa sansakerta yang berarti tradisi. Sementara "Religi" berasal dari bahasa latin religio atau re-ligare yang artinya mengikat kembali, maksudnya religi yaitu mengikat dirinya kepada Tuham. Agama sebagai universal busaya mencakup keyakinan dan perilaku berkaitan dengan makhluk gaib, kekuasaan dan kekuatan. (Anthony FC Wallace)
1.1 Animisme
Animisme merupakan pandangan yang paling primitif dan didefinisikan sebagai keyakinan dalam jiwa yang berasal dari usaha pertama untuk menjelaskan mimpi dan fenomena.
1.2 Totemisme
Totemisme adalah agama dan unsur-unsur alam bertindak sebagai template suci bagi masyarakat melalui asosiasi simbolik. Mereka menggunakan alam sebagai model bagi masyarakat. Ritual ini memainkan peran penting dalam menciptakan dan memelihara solidaritas kelompok.
1.3 Sinkretisme
Sinkretisme adalah campuran budaya, termasuk campuran agama, yang muncul ketika dua atau lebih tradisi budaya bersentuhan.
Contohnya termasuk voodoo, Santeria, dan candomlé.Kultus kargo Melanesia dan Papua Nugini adalah sinkretisme dari ajaran Kristen dengan kepercayaan asli.

Gambar 1. Tempat Ibadah seluruh Agama yang ada di Indonesia

2. Seni (Art)

Art dalam bahasa inggris di ambil dari bahasa latin "artem" yang berarti keterampilan, kecakapan, atau skill. Seni juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan untuk dinilai.

Definisi menurut para ahli:

  1. Alexander Baum Garton : Seni adalah tujuan positif yang menjadikan penikmat merasa dalam kebahagiaan
  2. Aristoteles : Seni adalah bentuk pengungkapannya dan penampilannya tidak penah menyimpang dari kenyataan.
  3. Immanuel Kant : Seni adalah sebuah impian karena rumus-rumus tidak dapat mengikhtiarkan kenyataan.
Gambar 2. Lukisan Monalisa Seni Populer Leonardo Da Vinci pada abad ke- 16

Refrensi:

  • Departemen Pendidikan Nasional (2008) Kamus besar bahasa indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
  • Pasurdi Suparlan dan Robertson, Roland (1998) Agama dalam analisis dan interpretasi sosiologis. Jakarta: CV Rajawali
  • PPT Binus Maya Human Diversities 2 Pertemuan ke- 7 diunduh 10-03-2015 http://binusmaya.binus.ac.id/AccessApp.aspx?AppId=ankN224zkCGlL6Prt9ts4Qkw%2bx4hUYN0ZtPgD4FezY4%3d
  • Simpatupang, G. R Lano Lastoro (2010) Perspektif Antropologi Seni dan Estetika. Jurnal Penelitian Seni Budaya Vol 2 No 1 Juni 2010

Senin, 09 Maret 2015

Human Diversities 1: Language, Gender, Ethnicity, and Culture

1. Bahasa (Language)

Bahasa adalah kapasitas manusia untuk berkomunikasi, Kajian ilmiah terhadap bahasa disebut linguistik. Ilmu Bahasa (linguistics) atau Antropologi linguistik adalah cara dimana bahasa sebagai cerminan dan bisa mempengaruhi kehidupan sosial  dalam hal ini mencakup cara praktek bahasa menentukan pola komunikasi. Bahasa selalu berubah seiring berjalannya waktu, hal ini dibuktikan penemuan beberapa antropolog dengan adanya perbedaan linguistik dari kuno, kontemporer sampai modern. Sociolonguist memeriksa keanekaragaman bahasa di negara-negara mulai dari multilingualisme kepada logat bervariasi dan gaya yang digunakan dalam suatu bahasa mencerminkan perbedaan sosial. (Fasold 1990; Labov 1972a; 1972b) Perbedaan bahasa di dunia ini diperkirakan antara 6000-7000 bahasa namun tergantung perubahan dialek nya.

Komunikasi Non verbal 
Ketika berkomunikasi kita mengirimkan informasi diri kita kepada orang lain dan menerima informasi tersebut dari mereka. Ekspresi wajah, sikap tubuh, dan bahkan gerakan secara tidak sadar menyampaikan informasi merupakan gaya komunikasi kita.
Bahasa secara alami dapat dimengerti sepeti bahasa isyarat, dengan menggunakan simbol tertentu memungkinkan orang mengerti walau tidak mengucapkan kata.

Gambar 1. Warga yang berpartisipasi untuk belajar bahasa isyarat
di Bundaran HI, Jakarta (saat Car Free Day)

2. Gender

Gender merupakan identitas seksusual pribadi seseorang tanpa memandang jenis kelamin biologis (seks) seseorang. Dalam konsep gender yang dikenal adalah peran gender individu di masyarakat, sehingga orang mengenal maskulinitas dan femininitas.
Seauatu yang dianggap maskulin dalam suatu kebudayaan dapat dianggap feminin dalam budaya lain. Jadi sebenarnya, feminin atau maskulin tergantung konteks sosial budaya di daerah tersebut.

Gambar 2. Pengemudi Bus TransJakarta wanita yang beroperasi saat Hari Kartini.
Hal ini menunjukan kesetaraan gender karena biasanya pengemudi bus sebagian besar laki-laki

3. Etnis dan Ras

Etnis berkaitan dengan faktor-faktor budaya seperti kebangsaan, budaya, keturunan, bahasa dan keyakinan, konsp etnis mengacu pada budaya dan cara hidup bersama sementara ras mengacu pada penampilan fisik seseorang seperti warna kulit, warna mata, warna rambut, struktur tulang/ rahang. Ras juga lebih menjelaskan perbedaan genetik yang dimiliki.

Gambar 3. Bhinneka Tunggal Ika (Bermacam-macam tapi tetap satu jua)

4. Budaya

Budaya berasal dari bahasa sansakerta buddhayah dari kata buddhi yang diartikan akal manusia. Dalam bahasa inggris culture yang berasal dari kata latin colere, artinya mengolah atau mengerjakan.
Definisi budaya secara umum : Kebudayaan adalah hasil karya manusia unuk mempertahankan hidup, memperoleh keturunan dan meningkatkan taraf kesejahteraan. dengan segala keterbatasan, kelengkapan jasmaninya serta sumber daya alam disekitarnya.

Refrensi:
  • Podolefsky,.A and P. J Brown (2007) Applying cultural anthropology: an introductory reader 7th eds. New York: Mc Graw- Hill
  • PPT Binus Maya Human Diversities 1 Pertemuan ke-4 diunduh 09-05-2015 http://binusmaya.binus.ac.id/AccessApp.aspx?AppId=ankN224zkCGlL6Prt9ts4Qkw%2bx4hUYN0ZtPgD4FezY4%3d 
  • Rathje William, and Cullen Murphy (2001) Encyclopedia of anthropology. Thousand Oaks. Calif: Sage