quotes

WELCOME TO MADELINE JESSICA BLOG
Learn from yesterday, Live for today, Hope for tomorrow :)

Minggu, 30 November 2014

SOSOK I GUSTI NGURAH ALIT

"Penyebar Semangat Pertanian dari Rendang"
Senin, 1 Desember 2014
I Gusti Ngurah Alit

Petani kelahiran Besakih, 31 Desember 1961 ini tak kenal menyerah. Ia ingin membangkitkan semangat kehidupan pertanian.
Semuanya berawal saat ingin hidup lebih baik dan berguna, waktu itu warga desa nya tak satu pun yang membudidayakan cabai mereka hanya terbiasa menanam jeruk, ketela, dan jagung.
Gusti belajar bertani cabai secara otodidak, sebelum berhasil dia ditipu tapi tetap tak patah arang.
Bahkan semangatnya berhasil menghidupkan kelompok tani dan cabai merah besar jadi favorit di pasar tradisional.
Keuletannya membuktikan lahan yang diolah secara serius memberikan hasil yang memuaskan, warga semakin bersemangat mengolah lahan dan dulu desa yang ramai dengan penganggur menjadi penuh dengan berbagai aktivitas pertanian.
Kualitas sayuran produk Gusti mendapat sertifikasi, panen kualitas super serta kualitas biasa pun menghasilkan harga yang baik.
"Biarlah waktu berjalan. Saya tetap ingin hidup sebagai petani. Petani Bali itu masih ada dan berjaya bersama pariwisata. Petani Bali ada dan berusaha tetap ada"- Gusti
(Madeline Jessica 1801442350) 

Kamis, 27 November 2014

SOSOK BAIQ ZUHRIYATI

"Zuhriyati, "Ibu Asuh" Anak TKI"
Senin, 24 November 2014
Baiq Zuhriyati

Aktivis LSD (Lembaga Sosial Desa) kelahiran Lombok Timur, 19 Desember 1967 hidup di kampung yang sebagian warganya bekerja sebagai buruh migran,
keprihatinannya berula saat banyak balita yang ditinggal ibunya mencari nafkah di negeri orang.
Selain mengontrol kesehatan anak, dia juga mencarikan orangtua asuh untuk anak balita tersebut. Sesekali dia menengok anak asuhnya,
dan menyisihkan honor dari kegiatan pelayanannya untuk memenuhi kebutuhan balita seperti; popok, susu,dll.
Zuhriyati juga bertugas sebagai kader di posyandu, dia memberikan imunisasi serta pemeriksaan gizi untuk kesehatan.
Penyuluhan pun dilakukan untuk senantiasa hidup bersih, selain itu dilakukan upaya untuk menekan jumlah kelahiran.
Ibu yang sudah berusi 40 tahun keatas harus memakai alat kontrasepsi permanen/ steril.
Upaya-upaya yang dilakukannya menunjukan perkembangan yang luar biasa dan terbentuklah pola pikir positif.
"Pengabdian sosial bisa menjadi lahan kerja yang mengasyikan, apalagi pekerjaan yang berhubungn dengan 'anak-anak' membuat saya menjadi orang yang paling bahagia"-Zuhriyati
(Madeline Jessica 1801442350)

Minggu, 16 November 2014

SOSOK FARID STEVY ASTA

"Menemukan Identitas dengan Berbagi"
Sabtu, 15 November 2014
Farid Stevy Asta

Sosoknya yang lincah menghidupi tiga dunia: seni rupa, desain grafis, dan musik. Semangat berbagi menjadi pijakan dasar ketiganya.
Pria kelahiran Gunung Kidul, 20 Oktober 1982 ini sebagai gambaran generasi baru Indonesia, kreati dan karena itu tidak lelah menghasilkan karya.
Karyanya dinikmati diseluruh penjuru negeri mulai dari desain logo keripik Maicih sampai PT. KAI. Karyanya juga diperlihatkan dalam pameran;
Pameran ke 1 & 2 (menggambar figur manusia dan binatang; warna coklat, hitam, merah)
Pameran ke 3 ("GDRS GTH" menampilkan kata-kata dalam lukisan)
Pameran ke 4 ("Bahagia itu Sederhana"; angka 65 sebagai identitas baru; warna hitam, merah, putih)
Identitas baru diperoleh saat dia menemukan fakta bahwa kakek nya menjadi korban 30 September 1965 temuan identitas ini menghasilkan angka "65".
Prinsip semangat berbagi di realisasikan beragam,
salah satunya bekerjasama dengan NOKN memproduksi tas modular, sentuhan desainnya diwadahi dalam tote bag dengan sembilan emblem bordiran dan tetap kosisten pada identitasnya yakni angka 65 dan warna hitam, merah, putih.
Keuntungan penjualan diberikan kepada pihak yang membutuhkan, dengan memberikan 100 tas untuk pelajar SD dan keluarga kurang mampu di DIY.
Farid juga menjadi desainer grafis dengan mendirikan perusahaan LIBSTUD yang fokus pada desain logo, dia juga aktif sebagai vokalis band rock FSTVLST dengan lagu berisi kritik sosial.
Meluaskan cakupannya Farid menjadi manajer WikiNothing yang berambisi memetakan Indonesia Youth Culture.
"Migunani tumraping liyan, berguna bagi orang lain"- Farid

(Madeline Jessica 1801442350)

Selasa, 11 November 2014

SOSOK MIA JOHANNES

"Berkarya dari Balik Layar"
Senin, 10 November 2014
Mia Johannes

Perempuan kelahiran Jakarta, 22 November 1976 yang akrab dipanggil mhyajo ini merupakan pembawa seni tradisional Indonesia sampai mendunia.
Bahkan kreativitasnya mendapatkan penghargaan dari Ibu Negara, salah satu karya nya berjudul "Heart Matters" ditampilkan dlam acara Internationale Tourisimus Borse di Jerman yang merupakan pameran pariwisaat terbesar di dunia.
Karya nya menggambarkan kekayaan alam dan keberagaman budaya Indonesia, pertunjukan itu menampilkan
kolaborasi lagu dan tari diiringi musik orkestra dan tradisional.
Selain di Jerman, Mhyajo juga pernah pentas di Swiss dan London, Inggris. Saat di Swiss Mhyajo masuk dalam pertunjukan World Economic Forum menggabungkan alat musik tradisional sasando dengan harpa.
Bersama Mhyajo, ratusan seniman lokal bisa tampil di panggung-panggung dunia dengan seniman mancanegara.
Bakat seninya berasal dari ayahnya, almarhum JM Johannes serta inspirasi bermusik didapat dari kakak nya, almarhum Ricky Jo.
Perjuangannya dimulai setelah tamat kuliah, bersama suaminya mendirikan label kreatif bernama 7evenotes, dia bekerja di balik layar;
bertanggung jawab untuk menyusun konsep acara hingga jalannya pertunjukan, persiapan dalam memilih lagu, musik, musisi dan penyanyi; memilih penari dan koreografer; menentukan tata lampu dn pencahayaan sampai menentukan rancangan kostum hingga properti pertunjukan.
Proyek pertama 7evenotes adalah "Halo Aku Cinta Indonesia" (Halo ACI) merekam kegiatan seniman dan musisi dari seluruh provinsi yang bertujuan untuk menginspirasi kaum muda.
"Apapun yang terjadi, I have to keep the faith and keep moving forward"- Mhyajo

Madeline Jessica (1801442350)

Jumat, 07 November 2014

SOSOK ENDANG SETYOWATI

"Kepala Sekolah yang Gemar "Nongkrong""
Jumat, 07 November 2014
Endang Setyowati

Summary:
Endang wanita kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur, 19 September 1957 ini merupakan sosok kepala sekolah yang patut diacungi jempol,
konsistensinya sebagai kepala sekolah tidak hanya duduk di kantor tapi langsung turun kelapangan. Dia tak segan untuk nongkrong bersama dengan murid sambil berdiskusi,
mulai dari guru-guru sampai pegawai kebersihan semua dipantau langsung. Alhasil guru menjadi lebih kreatif dan komunikatif, murid juga semakin terbuka dan aktif.
Tapi biasanya murid yang pintar menjadi manja karna sarana dan prasarana yang lengkap, oleh karena itu pendidik harus terus merangsang rasa ingin tahu dan "memaksa" mereka mengoptimalkan potensi.
Guru berperan sebagai bidan yang membantu
 kelahiran ide-ide dan gagasan kreatif.
Dulu cita-cita endang menjadi seorang dokter tapi karena kondisi ekonomi maka dia menjadi seorang guru tapi dia mulai menerima dan memperjuangkan jalan hidupnya.
Menjadi seorang pengajar merupakan pekerjaan yang mulia, dia mencoba tantangan untuk memberikan pendampingan dalam brilliant class, program tersebut berhasil menghantarkan anak-anak berkompetisi sampai tingkat nasional.
Tak heran dirinya sekarang menjadi kepala sekolah berprestasi nasional dan terbaik.

Menurut Endang, menjadi kepala sekolah berarti harus menjadi kaki disekolah. harus berjalan, turun, dan membaur bersama.
 Madeline Jessica (1801442350)