quotes

WELCOME TO MADELINE JESSICA BLOG
Learn from yesterday, Live for today, Hope for tomorrow :)

Minggu, 24 Mei 2015

Globalization, Technology, Mass Media, and Social Change

1. Globalization
Gambar 1. Globalisasi memberikan dampak negatif dalam aspek sosial-budaya di Indonesia. Issue yang paling menonjol saat ini seperti peniruan perilaku budaya barat terutama dikalangan remaja, salah satu contohnya adalah perilaku hedonisme.

1.1 Pengertian:
Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan telegraf dan Internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan (interdependensi) aktivitas ekonomi dan budaya.
1.2 Etimologi:
Istilah globalisasi diambil dari kata globalize yang mengacu pada kemunculan jaringan sistem sosial dan ekonomi berskala internasional.
1.3 Definisi dari Tokoh:
Sosiolog Martin Albrow dan Elizabeth King mendefinisikan globalisasi sebagai:
"...semua proses yang menyatukan penduduk dunia menjadi satu masyarakat dunia yang tunggal."

Jan Aart Scholte melihat bahwa ada beberapa definisi yang dimaksudkan orang dengan globalisasi:
  1. Internasionalisasi: Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional. Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain.
  2. Liberalisasi: Globalisasi juga diartikan dengan semakin diturunkankan batas antar negara, misalnya hambatan tarif ekspor impor, lalu lintas devisa, maupun migrasi.
  3. Universalisasi: Globalisasi juga digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal material maupun imaterial ke seluruh dunia. Pengalaman di satu lokalitas dapat menjadi pengalaman seluruh dunia.
  4. Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin menyebarnya pikiran dan budaya dari barat sehingga mengglobal.
  5. Hubungan transplanetari dan suprateritorialitas: Arti kelima ini berbeda dengan keempat definisi di atas. Pada empat definisi pertama, masing-masing negara masih mempertahankan status ontologinya. Pada pengertian yang kelima, dunia global memiliki status ontologi sendiri, bukan sekadar gabungan negara-negara.
1.4 Dampak Positif- Negatif Globalisasi
Dampak Positif Globalisasi
  1. Meningkatkan etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, disiplin, mempunyai jiwa kemandirian, rasional, sportif, dan lain sebagainya.
  2. Kemajuan teknologi menyebabkan kehidupan sosial ekonomi lebih produktif, efektif, dan efisien sehingga membuat produksi dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional.
  3. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik. 
  4. Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik. 
  5. Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri. 
  6. Kemajuan di bidang teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi yang memudahkan kehidupan manusia. 
  7. Cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi). 
  8. Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan. 
  9. Berkembangnya turisme dan pariwisata. 
  10. Meningkatkan pembangunan negara.

Dampak Negatif Globalisasi : 
  1. Semakin mudahnya nilai-nilai barat masuk ke Indonesia baik melalui internet, media televisi, maupun media cetak yang banyak ditiru oleh masyarakat.
  2. Semakin lunturnya semangat gotong-royong, solidaritas, kepedulian, dan kesetiakawanan sosial sehingga dalam keadaan tertentu/ darurat, misalnya sakit,kecelakaan, atau musibah hanya ditangani oleh segelintir orang. 
  3. Maraknya penyelundupan barang ke Indonesia. 
  4. Perusahaan dalam negeri lebih tertarik bermitra dengan perusahaan dari luar, Akibatnya kondisi industri dalam negeri sulit berkembang. 
  5. Terjadi kerusakan lingkungan dan polusi limbah industri. 
  6. Menghambat pertumbuhan sektor industri. 
  7. Terjadinya sikap mementingkan diri sendiri (individualisme) 
  8. Adanya sikap sekularisme yang lebih mementingkan kehidupan duniawi dan mengabaikan nilai-nilai agama. 
  9. Timbulnya sikap bergaya hidup mewah dan boros karena status seseorang di dalam masyarakat diukur berdasarkan kekayaannya. 
  10. Mudah terpengaruh oleh hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau kebudayaan suatu negara

2. Technology

Gambar 2. Mobil "Esemka Rajawali" yang menjadi primadona di kota Solo. Pelajar Indonesia khususnya SMK di Surakarta berhasil menemukan trobosan baru dalam teknologi dengan membuat mobil. Rencana nya mobil ini akan dikembangkan agar bisa menjadi mobil nasional.

2.1 Pengertian:
Teknologi adalah informasi mengenai bagaimana cara menggunakan sumber daya material dari lingkungan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan manusia.

2.2 Klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi yaitu:
  1. Kemajuan teknologi yang bersifat netral (neutral technological progress) terjadi bila tingkat pengeluaran (output) lebih tinggi dicapai dengan kuantitas dan kombinasi faktor-faktor pemasukan (input) yang sama.
  2. Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (labor-saving technological progress) kemajuan teknologi yang terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu mulai dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan.
  3. Kemajuan teknologi yang hemat modal (capital-saving technological progress) fenomena yang relatif langka. Hal ini terutama disebabkan karena hampir semua riset teknologi, dan ilmu pengetahuan di dunia dilakukan di negara-negara maju, yang lebih ditujukan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modalnya.
3. Mass Media
Gambar 3. Media massa di era reformasi saat ini sudah dapat dikatakan mulai kehilangan tingkat obyektifitasnya. Hal ini dilihat dari perbedaan hasil hitung cepat /quick count  pada pilpres 2014. Masyarakat Indonesia dibuat bingung oleh pemberitaan informasi yang berbeda-beda di seluruh media massa.

3.1 Media Massa : Sociological Perspectives Of The Media

Functionalist View : 
Media :
  • Mensosialisasikan kita
  • Menegakkan norma-norma sosial
  • Memberi status
  • Meningkatkan konsumsi
  • Mempertahankan kita mengenai informasi lingkungan kita
  • Dapat berperan sebagai narkoba (efek kecanduan)
Agen Sosialisasi :  
  • Media meningkatkan kohesi sosial dengan menyajikan pandangan umum budaya 
  • Memberikan pengalaman kolektif bagi anggota masyarakat
  • Efek Sosialisasi dapat meningkatkan pertukaran agama serta patriotik, menyatukan orang-orang beriman di dunia.
  • Efek sosial pada media berarti pemograman dapat dengan mudah menjadi kontroversial 
Penegak Norma Sosial :
Media menegaskan perilaku yang tepat dengan menunjukkan apa yang terjadi pada orang-orang yang melanggar harapan masyarakat

3.2 Jenis Media Masa
  • Media massa tradisional
Media massa tradisional adalah media massa dengan otoritas dan memiliki organisasi yang jelas sebagai media massa. Secara tradisional media massa digolongkan sebagai berikut: surat kabar, majalah, radio, televisi, film (layar lebar). Dalam jenis media ini terdapat ciri-ciri seperti:
  1. Informasi dari lingkungan diseleksi, diterjemahkan dan didistribusikan
  2. Media massa menjadi perantara dan mengirim informasinya melalui saluran tertentu.
  3. Penerima pesan tidak pasif dan merupakan bagian dari masyarakat dan menyeleksi informasi yang mereka terima.
  4. Interaksi antara sumber berita dan penerima sedikit.
  • Media massa modern
Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan teknologi dan sosial budaya, telah berkembang media-media lain yang kemudian dikelompokkan ke dalam media massa seperti internet dan telepon selular. Dalam jenis media ini terdapat ciri-ciri seperti:
  1. Sumber dapat mentransmisikan pesannya kepada banyak penerima (melalui SMS atau internet misalnya)
  2. Isi pesan tidak hanya disediakan oleh lembaga atau organisasi namun juga oleh individual
  3. Tidak ada perantara, interaksi terjadi pada individu
  4. Komunikasi mengalir (berlangsung) ke dalam
  5. Penerima yang menentukan waktu interaksi
4. Social Change
Gambar 4. Sikap INDIVIDUALISME saat antrian Commuter-line. Budaya antri mungkin sudah tidak seperti dulu.,semua orang terlihat sibuk untuk urusan pribadiya sampai ada yang menyelak antrian. Tak hanya pada saat antri tiket namun pada saat ingin naik kereta harus berebut masuk. Bahkan saat masuk di kereta banyak yang menempati bangku prioritas yang dikhususkan untuk lansia, ibu hamil, dan disabilitas.

4.1 Pengertian:
Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikap-sikap sosial, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

4.2. Definisi menurut 5 Tokoh:
  • Gillin : Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
  • Emile Durkheim  : Perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik.
  • Kingsley Davis : Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
  • Mac Iver : Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (ekuilibrium) hubungan sosial
  • William F. Ogburn : Perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial
4.3 Teori Social Change:

4.3.1. Evolutionary Theory
Memandang masyarakat seperti bergerak dalam arah tertentu, umumnya maju ke tingkat yang lebih tinggi. 
  • Comte melihat masyarakat sebagai bergerak maju dalam pemikiran mereka dari mitologi ke metode ilmiah.
  • Durkheim mempertahankan proses masyarakat dari sederhana ke bentuk organisasi sosial yang lebih kompleks.
4.2.2. Functionalist Theory
Fokus pada apa yang mempertahankan sebuah sistem, bukan apa yang merubah sistem. Equilibrium model : Ketika perubahan terjadi pada salah satu bagian dari masyarakat, harus ada penyesuaian pada bagian lain. Jika penyesuaian tidak dilakukan, keseimbangan masyarakat akan terancam. Berikut adalah 4 proses perubahan sosial menurut Parson :
  1. Differentiation
  2. Adaptive upgrading
  3. Inclusion
  4. Value generalization

4.2.3. Conflict Theory
Perubahan diperlukan untuk memperbaiki ketidakadilan dan ketidakseimbangan sosial. Marx berargumen bahwa dengan evolusi sosial, setiap tahapan bukanlah sebuah perbaikan yang tidak terhindarkan atas perbaikan sebelumnya.

Refrensi:
  1. Albrow, Martin and Elizabeth King (eds.) (1990). Globalization, Knowledge and Society London: Sage. ISBN 978-0803983243
  2. Globalisasi (diunduh tanggal 25-05-2015) disarikan dari http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi
  3. Hooguelt, Ankle MM, (1995) Sosiologi Sedang Berkembang, Jakarta: Raja Grafindo Persada. Hlm. 56
  4. Kottak, Conrad Phillip . (2013).  Cultural Anthropology: Appreciating Cultural Diversity.  15th Edition.  MGHE.  .   ISBN: 0078035007.
  5. Media Massa (diunduh tanggal 25-05-2015) disarikan dari http://id.wikipedia.org/wiki/Media_massa
  6. Perubahan Sosial (diunduh tanggal 25-05-2015) disarikan dari http://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_sosial
  7. Schaefer, Richard.  (2012).  Sociology.  13th Edition.  MGHE.  New York.   ISBN: 0078026660. 
  8. Slide Binus Maya Pertemuan ke-31 diunduh 25-05-2015 Globalization, Technology, Mass Media, and Social Change http://binusmaya.binus.ac.id/AccessApp.aspx?AppId=ankN224zkCGlL6Prt9ts4Qkw%2bx4hUYN0ZtPgD4FezY4%3d
  9. Teknologi (diunduh tanggal 25-05-2015) disarikan dari http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi

3 komentar:

  1. Terimakasih Madeline! Nilai untuk Madeline 88 :D

    BalasHapus
  2. Sudah bagus Ca, sudah lengkap dan jelas :) 87 buat Ica

    BalasHapus
  3. Hai Madeline. Terimakasih ya sudah mengshre materi inii. Nilai untuk Madeline 88:)

    BalasHapus